Berita

hatta rajasa/net

Politik

Target Swasembada Terancam, Presiden Perintahkan Evaluasi Kebijakan Pertanian

KAMIS, 25 JULI 2013 | 18:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan evaluasi kebijakan di sektor pertanian, termasuk soal tata niaga berkaitan kebijakan impor sejumlah komoditas pangan. SBY khawatir hal ini akan mengganggu target swasembada pangan.

"Kita betul-betul menginginkan agar swasembada yang sudah ditargetkan berjalan sesuai rencana. Kalau ada gangguan, Presiden meminta untuk dievaluasi dan dicarikan solusinya agar tidak perlu menutupnya dengan impor," kata Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Kamis petang (25/7), usai rapat paripurna kabinet.

Dikutip dari website resmi presiden, Hatta menuturkan bahwa kata "ketahanan pangan" adalah kunci. Impor yang saat ini dilakukan hanya bersifat menutup kekurangan akibat dari bergesernya iklim. Hal itu pula yang mengakibatkan mundurnya waktu panen.


Evaluasi terhadap kebijakan sektor pertanian ini merupakan satu dari lima arahan Presiden dalam rapat paripurna tadi. Empat direktif lainnya adalah memangkas hambatan perizinan, menjaga inflasi, menjaga penyerapan tenaga kerja, dan memastikan program perlindungan sosial tepat sasaran. Direktif diberikan untuk merespon melemahnya perekonomian dunia yang berimplikasi pada Indonesia. Mengenai perizinan, Presiden mengintruksikan agar jangan ada hambatan-hambatan.

Saat ini, Kementerian Koordinator Perekonomian sedang membahas pemangkasan izin yang dirasa tidak perlu. Hatta juga mengatakan akan melancarkan strategi keep buying yang berkunci pada inflasi.

"Kita menjaga betul suplai ini dan membuat stabil harga-harga," jelas Hatta.

Hatta menambahkan, infrastruktur juga harus tetap dijaga dengan mengontrol dana yang sudah dialirkan dari APBN-P 2013 dan juga APBN 2014.  Presiden juga mengingatkan, program perlindungan sosial harus tepat waktu dan sasaran.

"Program perlindungan sosial kita mencapai lebih dari Rp 20 trilun. Itu harus tepat sasaran sehingga betul-betul memberikan manfaat kepada masyarakat kita agar tidak kehilangan daya belinya," tandas Hatta. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya