Berita

saleh daulay/net

Pemenang Konvensi Demokrat Terancam Kandas di Tengah Jalan

KAMIS, 25 JULI 2013 | 16:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Konvensi yang akan digelar Partai Demokrat bukan sesuatu yang luar biasa. Kalaupun konvensi digelar, pemenangnya belum tentu bisa lolos melaju menjadi calon presiden.

Pasalnya, sesuai UU Pilpres, dibutuhkan dukungan 20 persen suara di parlemen atau 25 persen perolehan suara nasional pada pemilu legislatif, untuk bisa mengusung pasangan capres-cawapres.

"Makanya, capres pemenang konvensi sulit maju jika perolehan suara Partai Demokrat tidak mencapai angka tersebut," jelas Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 25/7).


Menurut Saleh, kalau Partai Demokrat hanya memperoleh 10-12 persen suara, untuk mengusung capres hasil konvensi membutuhkan dukungan partai lain. Koalisi diperlukan agar memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan UU. "Kendala yang akan muncul adalah jika partai yang mau diajak koalisi juga memiliki capres sendiri," ungkap Saleh.

Apalagi, kalau realitas politik nanti menunjukkan perolehan suara partai yang akan diajak berkoalisi itu melebihi perolehan suara partai Demokrat. "Pada kondisi seperti ini, capres hasil konvensi belum tentu bisa maju jadi capres. Tawaran paling rasional adalah menjadi cawapres dari capres partai yang memperoleh suara lebih besar tersebut," ungkapnya.

Belum lagi, jika capres hasil konvensi itu tidak cocok dengan capres partai lain. Akan terjadi tarik-menarik antar partai politik. Pada situasi tertentu, capres hasil konvensi justru tidak bisa ikut dalam pertarungan karena tidak ada pasangan yang cocok. Apalagi, Partai Demokrat tentu akan memasang bargain tertinggi sebagai capres. Kalau hanya untuk menjadi cawapres, tentu tidak perlu repot-repot membuat konvensi.

"Jangan samakan konvensi Partai Demokrat dengan konvensi Partai Golkar dulu. Kalau dulu, Partai Golkar sudah dipastikan bisa mengusung capres sendiri. Karena itu, siapa pun pemenangnya, dipastikan akan maju jadi capres," tekan Saleh.

Ditambahkan, konvensi akan menjadi "sesuatu" jika perolehan suara Partai Demokrat pada pemilu legislatif sama dengan pemilu 2009, yaitu 20,85 persen. Kalau perolehan suaranya tidak sampai 20 persen, maka konvensi partai Demokrat tidak dimaksudkan untuk mencari capres.

"Bisa jadi, konvensi itu hanya bagian dari strategi untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas Partai Demokrat yang belakangan dinilai semakin terpuruk," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya