Berita

sby/net

Politik

SBY: Semua Menteri Harus Kelola Ekonomi dengan Baik

Pilar Ekonomi Dunia Goyah
KAMIS, 25 JULI 2013 | 15:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden SBY minta seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II untuk dapat mengelola ekonomi sebaik-baiknya. Karena ekonomi sangat menentukan bagi kelangsungan politik, sosial dan keamanan sebuah bangsa.

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna terkait rencana aksi ekonomi mudik Lebaran di kantor Presiden, Jakarta, Pusat, Kamis siang (25/7).

"Kalau kita mengikuti perkembangan ekonomi global, pilar ekonomi Eropa sedang goyah. Simak perkembangan setiap harinya, ledakan pengangguran yang sangat besar. Tapi pilar Asia juga tengah mengalami masalah, yakni Tiongkok dan India. Pasti ekonomi kita terkena dampak," ujar SBY.


Ia juga meminta para menteri agar memiliki cara pandang yang jernih, rasional, dan tidak panik dalam menghadapi situasi ekonomi seperti ini. Situasi itu, kata dia, menimbulkan tantangan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas harga di dalam negeri. Untuk itu, ia mengajak jajarannya meminimalisasi dampak ekonomi global.

"Semua terlibat, jangan menganggap ini urusan para Menteri di sektor ekonomi saja. Semua harus peduli, dan semua harus masuk ke wilayah ini," tekan SBY seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet RI (setkab.go.id).

Tambah SBY, sungguhpun kebijakan dan pengelolaan ekonomi Indonesia tetap akan ada permasalahan. Namun apalagi kebijakan dan langkah tindakan tidak tepat serta tidak cukup memgantisipasi, maka persoalan menjadi bertambah rumit.

Sidang kabinet paripurna itu, selain dihadiri oleh Wakil Presiden (Wapres) Boediono dan para menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, juga dihadiri oleh anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo, dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadaad.[rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya