Berita

jalan pantura/net

Ketua Komisi V: Muatan Berlebih Membuat Jalan Pantura Rusak

KAMIS, 25 JULI 2013 | 07:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Perbaikan jalan di Pantai Utara Jawa (Pantura) jelang lebaran atau setiap tahun, salah satunya disebabkan banyak kendaraan muatan berlebih (overload) yang melalui Jalur tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi V DPR RI, Laurens Bahang Dama bersama rombongan saat melakukan Kunker Spesifik Jalur Lebaran Jembatan Timbang  Losarang, Indramayu, Jawa Barat dua hari lalu.

"Overload terbukti menjadi faktor dominan rusaknya beberapa titik di ruas  Pantura. Kenyataan ini tidak bisa dipungkiri lagi. Tadi kan kita semua melihat kendaraan yang masuk kesini semuanya bermuatan rata-rata di atas 20 ton," ujarnya seperti dikutip dari pu.go.id, Kamis (25/7).


Disisi lain katanya, kekuatan maksimal konstruksi jalan  yang melintasi lima provinsi; Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur itu hanya di desain 10 ton. Sedangkan beban kendaraan yang lewat hingga tiga kali lipat beratnya. Maka sudah pasti ini menjadikan  jalan cepat rusak.

Terkait masalah ini politisi PAN itu menghimbau seluruh instansi terkait duduk bersama menyelesaikan problema yang sudah berlarut-larut ini. Ia juga menghimbau, dihentikannya segera penyimpangan aturan yang selama ini terus saja berlangsung.  Menurutnya pemerintah sudah mengalokasikan dana cukup besar hanya untuk perbaikan jalan. Dana ini menjadi mubazir bila kerusakan yang terjadi terus berulang terjadi.

Pihaknya juga ingin mengetahui langsung adakah kendala di lapangan dan sejauhmana kerjasama antar instansi selama ini. Agar ke depan tidak ada lagi muatan overload yang menyebabkan kerusakan jalan.

"Oleh karena itu kesadaran saling menjaga, mengawasi dan ikut memiliki perlu ditumbuhkan di kalangan masyarakat," tandasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya