Berita

ilustrasi/net

Politik

1 Juta WNI di Malaysia Memilih di 2014

Ketua KPU Cek Kesiapan PPLN dengan Video Conference
KAMIS, 25 JULI 2013 | 06:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Mengecek kesiapan pelaksanaan Pemilihan Umum 2014 di Malaysia, Ketua KPU Husni Kamil Manik dan Wakil Menteri Luar Negeri Wardana melakukan video conference dengan KBRI, KJRI dan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) di Malaysia, kemarin (Rabu, 24/7).

Dalam video conference itu, Husni meminta KBRI, KJRI dan PPLN memaksimalkan pencatatan warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia. Bagi yang tidak memiliki dokumen, namun PPLN benar-benar yakin itu WNI, tinggal dinyatakan sebagai WNI dan dimasukkan dalam daftar pemilih.

Untuk mengantisipasi tingginya mobilitas WNI, terutama di daerah-daerah perbatasan Malaysia dan Indonesia, kata Husni, nantinya akan dilakukan konfrontasi daftar pemilih dalam negeri dan luar negeri, sehingga  daftar pemilih dalam negeri dan luar negeri benar-benar bersih.


Husni juga meminta PPLN memberikan masukan secara detail akan kebutuhan pembiayaan penyelenggaraan Pemilu tahun 2014 di seluruh perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk Malaysia. Sehingga anggaran yang diajukan untuk tahun 2014 benar-benar riil dan tidak ada lagi yang kurang.

"Sekarang alokasi untuk tahapan masuk anggaran rutin. Sehingga dari sisi pencairan, pembelanjaan dan pelaporan anggaran harus tepat waktu," ujarnya seperti dalam keterangan tertulisnya.

Dalam kesempatan itu juga, Wamenlu Wardana meminta KBRI dan KJRI di Malaysia memberikan dukungan dan fasilitasi kepada PPLN untuk kelancaran penyelenggaraan Pemilu. "Kami meminta KBRI dan KJRI dapat membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi PPLN, termasuk kendala pendanaan dengan cara meminjamkan prasarana dan peralatan kantor yang dibutuhkan untuk kelancaran pelaksanaan tahapan Pemilu," ujarnya.

Wardana juga meminta pendataan dan sosialisasi Pemilu kepada WNI di seluruh wilayah Malaysia benar-benar diintensifkan. Sehingga partisipasi pemilih di luar negeri dapat di tingkatkan dari Pemilu 2009. Hadir dalam pelaksanaan video confrernce tersebut Komisioner KPU RI Ferry Kurnia Rizkiyansyah dan Sekjen KPU RI Arif Rahman Hakim.

Laporan dari Kedubes RI di Malaysia, PPLN di sejumlah wilayah di Malaysia sudah mengumumkan daftar pemilih sementara (DPS). Jumlahnya sebanyak 1.005.510 orang, bertambah dari data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) sebanyak 997.467 orang. Khusus wilayah Kuala Lumpur, WNI sudah dapat mengecek dirinya apakah terdaftar atau belum sebagai pemilih melalui website. Di dalam website itu akan terlihat nomor pasport, nama lengkap, jenis kelamin dan alamat pemilih.

"WNI juga dapat memberikan tanggapan secara online terhadap DPS yang sudah diumumkan tersebut," ujar Dubes RI untuk Malaysia Herman Prayitno. Untuk meningkatkan pencatatan WNI dalam daftar pemilih dan partisipasi pada pemungutan suara, kata Herman, pihaknya sudah melakukan sosialisasi di Kuala Lumpur dan wilayah sekitar sebanyak 53 kali.

"Kami melakukan sosialisasi tatap muka untuk verifikasi dan sekaligus pendaftaran pemilih. Kami juga menyediakan layanan pendaftaran pemilih lewat short message service (SMS)," ujarnya. Sosialisasi kata Herman, juga dilakukan dengan mengirim surat ke alamat WNI, ke universitas tempat para pelajar Indonesia kuliah dan perusahaan tempat para tenaga kerja Indonesia (TKI) bekerja.

"Yang jelas, identifikasi ke kantong-kantong WNI kita lakukan secara intensif. Berbagai upaya kami lakukan untuk mendekatkan daftar pemilih dengan realitas WNI di Malaysia," ujarnya.

Ditambahkan, Konsul Konsuler KJRI di Penang Sofiana Mufidah, secara kelembagaan PPLN di wilayahnya sudah terbentuk dan dilantik pada tanggal 3 Juni 2013. Untuk kegiatan sosialisasi, pihaknya sudah melakukannya sebanyak lima kali yakni ke universitas, acara-acara perwakilan dan melalui media sosial seperti akun facebook, blog, milis dan SMS center. Untuk Penang jumlah DPS sebanyak 35.634 orang.

Sementara, jumlah pemilih di KJRI Kucing berdasarkan data 23 Juli 2013 sebanyak 101.290 orang. Kegiatan sosialisasi dilakukan dengan pola yang sama seperti di Kuala Lumpur dan Penang yakni melalui pertemuan tatap muka dengan WNI dan mengirim surat ke tempat kerja mereka.

KJRI Kinabalu Soepeno Sahid mengatakan saat ini di wilayahnya tercatat pemilih sebanyak 179.232 orang. Petugas mengalami sejumlah kendala dalam melakukan verifikasi data. Salah satunya karena faktor geografis. "Sebanyak 85 persen, WNI kita yang tinggal di sini bekerja di perkebunan. Selain itu, ada beberapa daerah yang belum memiliki jaringan telepon. Karenanya, kami lakukan sistem jemput bola," ujarnya.

Untuk KRI Tawao, jumlah DPS sebanyak 79.483 orang. Sosialisasi sudah dilakukan sebanyak 4 kali melalui acara safari Ramadhan, penyebaran brosur, dan mendata perusahaan tempat bekerja para TKI. Untuk Johor Baru jumlah DPS sebanyak 384.000 orang. Sosialisasi dilakukan ke perusahaan dan universitas. Sosialisasi ke tempat tertutup seperti penjara dan rumah sakit juga dilakukan. Untuk Johor sudah dilakukan sosialisasi sebanyak 25 kali.

Wamenlu Wardana mengapreasiasi kinerja PPLN. Berkat dukungan KBRI dan KJRI, verifikasi data pemilih mengalami kemajuan. Dia meminta sosialisasi ke kantong-kantong WNI terus dilakukan untuk memastikan semua WNI di Malaysia tercatat dalam DPTLN yang akan ditetapkan 16 sampai 23 September 2013. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya