Berita

Baliho Partai Ksatria Bergitar-nya Rhoma Irama Saling Menguntungkan

SELASA, 23 JULI 2013 | 21:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Rhoma Irama dan calon presiden manapun boleh-boleh saja memasang baliho dengan atribut Partai Kebangkitan Bangsa. Tapi jangan sampai menjatuhkan citra partai nahdliyyin tersebut.

"Tetapi, nggak masalah Rhoma Irama atau calon presiden lain menggunakan nama PKB sepanjang kemudian singkatan beda itu tidak melecehkan dan tidak menurunkan kredibilitas PKB," ujar Wasekjen DPP PKB A. Malik Haramain di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (23/7).

Menurutnya, pemasangan yang memuat tulisan "Partai Ke-satria Bergitar" dan menampilkan foto Rhoma Irama menunggangi bentuk kretifitas saja. Karena PKB sudah milik publik,  pihaknya tidak bisa melarang orang untuk tidak menggunakan PKB, meskipun dengan singkatan lain.


Tapi yang dikesalkan, tim Rhoma Irama tidak berkoordinasi dengan PKB.

"Tetapi memang, alangkah baiknya timnya Rhoma Irama harus izin ke kita. Atau berkoordinasi sama kita sehinga teman-teman DPP, ataupun PKB dimana-mana nggak kaget," terang anggota Komisi II DPR ini.

Namun kata dia, baliho itu sedikit menguntungkan partainya, pasalnya selain nomor urut partai, di baliho itu juga dipampangkan loga PKB.

"Kalau Partai Ksatria Bergitarnya, tanpa singkatannya orang ngga ngerti. Tapi disitu ada logo PKB. Ya karena itu bagi saya sih, bagi teman-teman PKB ya saling menguntungkan memang," ungkapnya.

"Artinya tampilnya logo PKB dengan Rhoma, memang satu sisi ada yang memandang itu positif. Meskipun sekali lagi ada yang memandangnya negatif. Itu susah kita mengukurnya. Sama saja ketika PKB dorong Rhoma, ada yang mendukung ada yang nggak. Itu biasa. Dan karena itu tergantung dukungan-dukungan politik kita," tambahnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya