Berita

ilustrasi/net

Politik

Gerindra Desak Pemerintah Buat Stok Pangan Nasional

SELASA, 23 JULI 2013 | 08:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tidak mau menjadi momok setiap jelang hari-hari besar ada pelonjakan tajam harga semabako, Partai Gerinda mendesak pemerintah mengadakan stok nasional setiap komuditi bahan pangan.

"Kita gak bisa seperti ini terus. Harus ada stok nasional, kalau tidak, setiap jelang lebaran, jelang natal dan tahun baru pasti harga di pasar meroket," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo, Selasa (23/7).

Menurut dia, saat ini pemerintah sepertinya sedang membuat pasar bebas, sehingga yang dirugikan adalah petani, padagang dan konsumen. Sebaliknya yang diuntungkan adalah tengkulak dan pengusaha.


Anggota Komisi IV DPR RI ini mencontohkan, Cina memiliki stok berbagai komuditi hingga 5 tahun lamanya, begitu juga India memiliki stok nasiaonal selama 2-3 tahun. "Kita kan baru satu komuditi yaitu beras, itupun hanya dua bulan," terangnya.

Makanya kata dia, pemerintah harus berani membuat trobosan membuat stok pangan. Soal mampu atau tidak, nanti akan bisa diukur oleh Kementerian Pertanian dan Perdangan.

"Kalau sudah ada stok nasional, tiba-tiba pasar tidak kondusif, kita bisa gelontorkan langsung stok kita agar masyarakat tidak menjerit," tandas Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI ini.

"Jangan setiap tahun, ini terus masalahnya. Seolah-olah sudah direncanakan sejak awal dengan matang," tambahnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya