Berita

ilustrasi/net

HARI ANAK NASIONAL

Kota yang Layak untuk Anak Masih Cuma Jargon!

SELASA, 23 JULI 2013 | 07:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, istilah Kota Layak Anak, yang dikenal sejak 2005 dan bahkan sudah diatur dalam Permen Kemeneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No 11/2011, masih sebatas jargon dan wacana belaka.

"Program ini belum teruji hingga penerapan di tingkat infrastruktur, dan baru sebatas terapan administratif saja," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, dalam keterangan tertulis beberapa saat lalu (Selasa, 23/7).

Di Hari Anak Nasional ini, Ledia juga menuturkan soal sarana prasanara di kota dan desa yang masih jauh dari pertimbangan keselamatan, keamanan dan kenyamanan bagi anak. Sebutlah misal Jakarta yang merupakan ibukota negara dan merupakan sentra program pemerintah, terlihat jelas jalan, gedung, fasilitas umum dan sosial, masih belum memperthitungkan keramahan pada anak.


"Jembatan penyebrangan banyak yang kondisinya rapuh, licin, membahayakan bagi anak. Area penyebrangan di depan sekolah-sekolah tidak menjadi prioritas. Sebagian besar trotoar boleh dikata rusak dan beralih fungsi sebagai tempat berdagang. Begitu pula ketersediaan area bermain dan sarana publik lain seperti perpustakaan atau taman  bacaan, masih minim," beber Leida.

Tak hanya soal sarana fisik, Ledia juga mengingatkan akan maraknya kasus pelecehan anak oleh orangtua, guru, kerabat dan bahkan sesama anak. Rumah, sekolah dan lingkungan bermain tidak lagi menjadi tempat yang aman, nyaman dan indah. Anak kerap mendapat kekerasan fisik, seksual dan intimidasi lain dari orang dewasa di sekitarnya yang dipercaya, seperti orangtua, guru, kerabat, tetangga  termasuk dari rekan sepermainan.

"Di sekolah juga bullying marak terjadi. Antara pihak yang merasa lebih super seperti senior kepada junior atau dari yang punya kepada yang tidak punya," katanya.

Bahkan, kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini lebih lanjut, sekarang mulai sering terjadi orang dewasa yang seharusnya melindungi anak, memanfaatkan sistem hukum untuk menjerumuskan anak pada tindak kriminal. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya