Berita

habib rizieq/net

Habib Rizieq: SBY Pecundang, Tukang Penyebar Fitnah

SENIN, 22 JULI 2013 | 19:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum DPP Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab menegaskan anak buahnya tidak melakukan sweeping di Kendal, tapi hanya monitoring damai tanpa senjata apa pun. Justru FPI yang disweeping oleh ratusan preman pelacuran bersenjata.

"Di Kendal, FPI tidak lakukan perusakan. Justru beberapa kendaraan FPI yang dirusak dan dibakar preman," tegas Habib Rizieq (Senin, 21/7) menanggapi pernyataan Presiden SBY bahwa FPI telah mencederai ajaran Islam karena melakukan sweeping, perusakan dan main hakim sendiri.

Habib Rizieq menambahkan, di Kendal, FPI tidak main main hakim sendiri, tapi mendatangi Polres dan meminta tempat pelacuran ditutup apalagi di Bulan Ramadhan. "Justru FPI yang dihakimi oleh ratusan preman pelacuran dengan berbagai macam senjata, hingga banyak yang terluka," sambungnya.


Bahkan Kapolres Kendal menyatakan dengan jujur di berbagai media bahwa FPI sudah koordinasi. Karena itu, di Kendal, FPI itu hanya korban, bukan pelaku.

"Jadi, dasar tuduhan SBY itu apa? Dan kenapa dalam soal Kendal, SBY begitu semangat bicara tentang FPI yang jadi korban, dan bungkam terhadap si pelaku preman pelacuran bersenjata dan tempat pelacuran yang buka siang malam di bulan Ramadhan?"

Makanya, Habib Rizieq kasihan melihat SBY. Karena SBY ternyata bukan seorang negarawan yang cermat dan teliti dalam menyoroti berita, tapi hanya seorang pecundang yang suka sebar fitnah dan bungkam terhadap ma'siat.

"Tentu, seorang Presiden muslim menyebar fitnah dan membiarkan masiat ditambah lagi melindungi Ahmadiyah dan aneka mega skandal korupsi, sangatlah mencederai ajaran Islam," demikian Habib Rizieq. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya