Berita

Susilo Bambang Yudhoyono

Politik

SBY Harap Insiden FPI di Kendal Tak Terulang

SENIN, 22 JULI 2013 | 07:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta dalam bulan Ramadan ini agar masyarakat saling menghargai, yang berpuasa menjalankan dengan baik dan yang tidak berpuasa untuk menghormati yang menjalankan ibadah.

Hal itu disampaikan Kepala Negara kemarin (Minggu, 21/7) menanggapi insiden elemen Organisasi Massa Islam, Front Pembela Islam (FPI), di Kendal, Jawa Tengah, yang menewaskan seorang warga, (Kamis, 18/7).

Presiden menegaskan di Indonesia ini tidak boleh ada elemen manapun yang menjalankan hukum sendiri atau main hakim sendiri apalagi jika aksi perusakan tersebut mengatasnamakan agama.


"Kalau itu mengatasnamakan agama Islam, hal itu sangat tidak identik dengan tindakan perusakan atau main hakim sendiri. Jika ada elemen yang menggunakan nama Islam maka hal itu akan menciderai agama Islam," ujar SBY.

Presiden berharap kejadian ini tidak terulang dan mengharapkan seluruh pihak menahan diri. Presiden juga meminta kepada pihak Kepolisian untuk menjaga ketenteraman bulan suci Ramadan, dan menghormati bulan suci Ramadan.

Terhadap insiden itu, SBY menghimbau masyarakat tetap tenang, jangan ada yang terpancing. Karena dia sudah menginstruksikan kepada Polri dan penegak hukum dengan tegas agar tidak membiarkan kejadian tersebut termasuk FPI apalagi merusak.

"Kepolisian, secara tegas, tidak membiarkan. Gunakan cara yang paling baik, sepersuasif mungkin dan tegakkan hukum itu dengan tegas," terangnya seperti dilansir dari setgab.go.id.

SBY juga menegaskan, bahwa negara tidak memberikan toleransi kepada siapapun yang main hakim sendiri dan bertentangan terhadap hukum. Presiden meminta dukungan seluruh masyarakat agar ikut mematuhi pranata hukum. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya