Berita

gita wirjawan/et

Politik

Besok, Gita Wirjawan Dihadiahi 1.000 Panci Bekas

SENIN, 22 JULI 2013 | 07:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Hari besar beragama di Indonesia seperi bulan Ramadhan dan lebaran bukan hanya hari keagamaan, melainkan sebagai pesta rakyat dengan ragam kebiasaan seperti menyuguhkan makanan.

Akan tetapi saat ini sudah tidak bisa dikatakan bahwa ini pesta rakyat, dikarenakan masyarakat sudah tercekik dengan naiknya harga bahan pokok. Lagi-lagi pemerintah mengulang kesalahan yang sama dengan tidak mencegah, melainkan hanya mengobati saja.

Komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat seperti cabe, bawang merah, daging sapi, telur ayam ras, dan daging ayam meroket tinggi bahkan melebihi harga tertinggi tahun lalu.


"Kami menilai beberapa cara yang sepertinya instan seperti pasar murah dan operasi pasar hanya sebuah bentuk pencitraan, bahkan masih banyak para tengkulak yang bermain," ujar Sekjend Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) Indonesia, Dhika, Senin (22/7).

Ia pun mempertanyakan mengapa pemerintah bisa melakukan kesalahan dalam memperkirakan jumlah pasokan daging nasional? Sehingga pemerintah kehabisan stok. Menurutnya selama ini pemerintah hanya mencari solusi instan dengan import daging besar-besaran. Itupun kata dia seperti keterangan tertulisnya, bukan menjadi solusi, karena MUI pun meragukan sebagian daging impor tidak halal dan akan sangat merugikan masyarakat.

Oleh karena itu kata Dhika, pihaknya terus menuntut pertanggung jawaban pemerintas atas sembako yang mahal itu. Besok (Selasa, 23/7), Lisuma dan ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Gerakan Sembako Mahal (GSM) akan membuang 1.000 panci bekas de kantor Kementrian Perdagangan yang dipimpin Gita Wirjawan.

"Hari ini kami terus mengumpulkan panci penggorengan bekas dari masyarakat, dan Alhamdulillah kami mendapat dukungan cukup banyak dari masyarakat karena sumbangan-sumbangan panci dan alat dapur bekas berdatangan. Dukungan masyarakat ini menandakan Mentri Perdagangan gagal," tandasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya