Berita

ibas/net

Kubu Anas Tuding KPK Mau Tutupi Dugaan Keterlibatan Ibas dan Bu Pur

SABTU, 20 JULI 2013 | 23:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Obral janji pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan tersangka kasus Hambalang Anas Urbaningrum selepas Lebaran tidak lebih dari sekedar pengalihan isu agar dugaan gratifikasi 200 ribu US Dollar  yang diterima Edhie Baskoro Yudhoyono sebagaimana pengakuan mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, mereda diberitakan.

Hal ini juga sekaligus untuk menutupi pemberitaan dugaan keterlibatan istri Kepala Rumah Tangga Cikeas Kombes Purnomo D. Rahardjo yang bernama Sylvia Sholehah alias Ibu Pur, yang diduga berperan mempertemukan pimpinan proyek Hambalang dengan sejumlah vendor.

Hal itu disampaikan Ma'mun Murod Al-Barbasy, bekas Sekretaris Bidang Agama DPP Partai Demokrat yang Jurubicara Pergerakan Indonesia (wadah perjuangan Anas), malam ini (Sabtu, 20/7).

"Saya yakin KPK tidak punya nyali untuk Cikeas. Bagaimana punya nyali, wong Cikeas sepertinya punya banyak kartu mati terkait beberapa pimpinan KPK," tegas dosen Ilmu Politik FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta ini.

KPK tidak punya nyali terlihat dari ketidakberanian lembaga anti korupsi itu memanggil Pangeran Cikeas untuk dimintai keterangan terkait penerimaan aliran dana dari proyek yang tengah dikerjakan Grup Permai saat Kongres Partai Demokrat di Bandung pada  2010 lalu itu.

"Ketidakberanian lainnya terlihat dalam menangani kasus Century. Penanganan kasus Century, kan terlihat hanya main-main saja. KPK mestinya sadar, bahwa rakyat menunggu agar mega kasus seperti Hambalang dan Century dituntaskan setuntas dan setransparan mungkin," demikian Mamun Murod, Sekretaris Umum Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Jakarta ini.[zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya