Berita

jokowi-dahlan/net

Dahlan Optimistis Dirinya atau Jokowi yang akan Menangi Pilpres

SABTU, 20 JULI 2013 | 22:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri BUMN Dahlan Iskan makin serius bicara soal pencapresan. Dia memprediksi Joko Widodo atau dirinya bisa memenangi pilpres jika keduanya sama-sama maju sebagai capres di 2014.

“Bisa jadi Jokowi memenangkan Pilpres tahun 2014, atau bisa saya pemenangnya. Semua tergantung kodrat Allah,” ujar Dahlan di hadapan ratusan ulama Madura di Ponpes Salafiyah Al Hamidy, Banyuanyar, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, (Sabtu, 20/7).

Dahlan datang ke Pamekasan untuk meminta dukungan dan doa para ulama Madura agar bisa menjalankan tugas sebagai menteri BUMN dengan baik. Dahlan merasa tugasnya sangat berat karena harus mengamankan dan mengembangkan aset milik negara sebesar Rp 3.700 triliun yang tersebar di 400 lebih perusahaan pelat merah.

Rombongan Dahlan tiba di Ponpes Salafiyah Al Hamidy sekitar pukul 13.30 WIB. Di pesantren ini, Dahlan disambut langsung pengasuh Al Hamidy, KH Muhammad Rofii Baidhowi dengan dikalungi surban cokelat. Ribuan santri dan ratusan ulama Madura berkumpul di pesantren.

“Kami datang ke sini sebenarnya dalam rangka meminta dukungan kepada para ulama, karena saya saat ini sedang dipercaya pemerintah mengurus kekayaan negara,” jelas Dahlan.

Dahlan sendiri mengaku tidak memiliki ambisi besar. Hal itu sama saat dirinya akan ditunjuk Presiden SBY menjadi dirut PLN dan menteri BUMN. Karena sudah atas kemauan Presiden yang demi menyelamatkan aset bangsa, Dahlan akhirnya mau. Sebagai bentuk komitmen kepada negara, Dahlan menyampaikan kepada Presiden tidak akan menerima gaji.

“Soal capres, saya yakin dan percaya kepada takdir Allah. Jika takdir menentukan jadi presiden, saya terima. Apalagi mendapat dukungan dari Kiai Mohammad Rofii dan semua ulama yang hadir di sini,” ungkapnya yang langsung disambut tawa para kiai.

Dahlan sadar, untuk maju sebagai capres tidak mudah. Apalagi dirinya hanya tamanan Madrasah Aliyah. Kendala lainnya, tidak ada partai politik sebagai kendaraan untuk mengusungnya maju. Dari dulu Dahlan memang tidak pernah tertarik masuk partai politik. [zul]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya