Berita

Polres Garut Amankan Puluhan Warga Jerman yang Sedang Berkonvoi

SABTU, 20 JULI 2013 | 21:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, mengamankan puluhan warga negara Jerman yang sedang melakukan konvoi menggunakan 10 mobil jenis kabin ganda berplat nomor asing di jalan raya wilayah hukum setempat, Sabtu (20/7).

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, AKP Sulman Azis, mengatakan bahwa warga negara Jerman itu berjumlah 20 orang dengan menumpang 10 unit kendaraan besar.

Seperti dilansir Antara, ia menjelaskan, kendaraan yang dikemudikan warga negara Jerman itu diamankan saat melewati Jalan Limbangan, Kadungora, dan Kota Garut, selanjutnya dibawa ke markas Polres Garut, sekitar pukul 14.00 WIB.

Warga negara asing itu, kata Sulman, diamankan berdasarkan perintah dari Dirlantas Polda Jabar karena diduga belum memiliki izin operasional di Indonesia. "Hanya melaksanakan perintah Polda, ada kendaraan asing dengan nomor asing untuk diamankan dulu," katanya.

Salah seorang warga Jerman, Brigitte (48) mengaku heran dihentikan polisi kemudian dibawa ke markas Polres Garut. Padahal saat melintasi beberapa daerah lainnya di Indonesia, kata Brigitte, berjalan lancar tidak mengalami hambatan seperti yang dilakukan polisi di wilayah Garut. "Kami memiliki surat perizinan lengkap termasuk visa dan paspor," kata Syarif warga Garut yang menerjemahkan pernyataan Brigitte.

Peserta konvoi kendaraan itu mengaku hanya berlibur menjelajahi dunia melalui jalur darat dan laut untuk mengenal berbagai budaya di berbagai negara.

Awal pemberangkatan Agustus 2011 dari Jerman kemudian melewati sejumlah negara di antaranya Turki, Mesir, Georgia, Iran, Pakistan, India, Thailand, Malaysia, kemudian Indonesia.

Selanjutnya melakukan perjalanan menuju Bali, Timor Timur, dan Australia, Amerika dan pulang ke Jerman. Selama di perjalanan rombongan konvoi kendaraan asal Jerman itu, tidur di mobil, kemudian makan bersama ketika istirahat. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya