Berita

Gus dur-soeharto/net

Catat, Gus Dur Lebih Dirindukan dari Soeharto

SABTU, 20 JULI 2013 | 18:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pantauan terbaru Prapancha Research (PR) terhadap social media menemukan bahwa almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah sosok yang dirindukan kepemimpinan dan pemikirannya.

Berdasarkan pemantauan PR di social media dua tahun ke belakang, dari semua ujaran perihal Gus Dur yang dikicaukan ulang di atas 50 kali. 38 persen di antaranya berujar tentang pemikiran atau kutipan pernyataannya yang mempromosikan toleransi; 24 persen kekaguman pribadi akun terkait pada sang tokoh; 16 persen pemikiran atau kebijakannya mengelola negara; 5 persen guyonan atau keseharian menariknya, dan 16 persen sisanya lain-lain.

“Gus Dur yang banyak diperbincangkan oleh orang-orang terkait kebijakan dan gagasannya yang tak biasa, justru menuai sentiment positif, yang tidak ditemukan terhadap figur-figur presiden lain pasca-Soekarno.” ujar Adi, analis PR, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (Sabtu, 20/7).

Temuan inimembongkar dugaan awam yang menganggap sejumlah besar masyarakat saat ini tengah merindukan kepemimpinan gaya Orde Baru. Gus Dur yang sempat memimpin Indonesia selama 21 bulan, terasa jauh lebih dirindukan dibanding Soeharto yang pernah berkuasa selama 32 tahun melalui pantauan sosial media.

Adi menjelaskan, seiring maraknya konflik horizontal yang meletup pasca-Orde Baru, yang secara intens diliput media, kebutuhan masyarakat akan ketenangan dirasa semakin tinggi. Namun, PR mendapati bahwa masyarakat Indonesia saat ini tidak hanya mendambakan “stabilitas” yang menjadi simbol Orde Baru. Sebagian masyarakat rupanya justru menginginkan sosok yang lebih dari sekadar tegas.

“Mereka menginginkan sosok yang mendekati bayangan ideal seorang bapak bangsa. Yang berusaha menyatukan kemajemukan bangsa bukan dengan kebijakan militeristik, melainkan dengan pendekatan humanis, membela kalangan minoritas, dan memiliki pemikiran-pemikiran visioner. Di antara sosok-sosok yang pernah mengepalai pemerintahan di negeri ini, Gus Dur adalah sosok yang dibayangkan paling dekat dengan kriteria itu,” ujar Adi.

Selain itu, citra nyeleneh Gus Dur juga menjadi nilai tambah tersendiri. Guyonannya, suasana Istana yang menjadi santai di masanya, serta ungkapan khasnya, “Gitu aja kok repot,” terbukti menjadi bagian penting dari ingatan publik tentang Gus Dur. Menurut Adi, ini menjadikan Gus Dur diingat sebagai sosok yang dekat dan tidak mengambil jarak dengan rakyat. Satu hal yang nyaris tidak ada dalam komunikasi politik kita belakangan ini.

“Warisan utama Gus Dur adalah tindakan dan pemikirannya yang memperlakukan tiap warga sebagai subjek utama kehidupan bernegara di Indonesia. Itulah yang tampaknya dituntut publik, yang harus diteruskan oleh para pemimpin Indonesia ke depan,” tutup Adi. [zul]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya