Berita

ilustrasi/net

Kementerian M Nuh Harus Libatkan KPK untuk Investigasi Dana Tunjangan Guru yang Macet

JUMAT, 19 JULI 2013 | 06:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Para guru di Ciamis mengeluh karena tunjangan untuk guru sering terlamba. Bahkan di tahun 2012, ada tunjangan guru yang hingga kini belum dibayarkan.

Keluharan para guru ini disampaikan pada anggota Komisi X DPR, Surahman Hidayat. Surahman pun meminta kepada pemerintah agar  segala tunjangan guru langsung saja dari pusat ke rekening guru, dan tidak dimasukkan ke dalam dana alokasi umum (DAU) melalui pemerintah daerah.

Di hadapan guru, Surahman berjanji akan menyampaikan keluhan mereka kepada Kemdikbud agar lebih serius menginvestigasi dengan melibatkan lembaga seperti KPK  ke pemerintah daerah, agar dapat di ketahui secara jelas permasalahan sebenarnya. Apalagi, berdasarkan penjelasan Inspektur Jenderal Kemdikbud Haryono Umar, dana tunjangan guru sudah selesai di transfer pihak pemerintah pusat ke pemerintah daerah sejak Maret 2012 yang lalu, dan seharusnya bulan Juli 2012 dana tersebut sudah sampai ke para guru, jelasnya.


"Permasalahan pegendapan dana tunjangan guru yang terjadi, akan sangat mungkin menjadi alasan di evaluasinya desentralisasi penyaluran dana tersebut," kata Surahman dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 19/7).

Surahman pun yakin permasalahan ini akan dapat segera dapat di selesaikan jika semua pihak terkait bekerja dengan serius, untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Ia berharap permasalahan ini tidak terus berlanjut, dan terus berulang, dan ke depan tidak ada lagi pihak yang di rugikan, terutama para guru yang merupakan aset utama dalam proses pencerdasan bangsa. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya