Berita

rusdi kirana/net

Buya Syafii Tak Kaget Jika Akhirnya Bos Lion Air Ikut Konvensi Demokrat

KAMIS, 18 JULI 2013 | 15:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif tidak kaget kalau akhirnya betul bos Lion Air Rusdi Kirana ikut dalam konvensi calon presiden yang digelar Partai Demokrat.

"Biarkan saja. Kan nggak ada yang aneh. Jadi biar saja," kata Syafii Maarif saat dihubungi siang ini (Kamis, 18/7).

Buya Syafii, demikian ia akrab disapa, tak menampik, Rusdi Kirana tak pernah bersinggungan dengan politik. Tapi, bos Lion Air itu punya sumber daya ekonomi. "Orang baru, kalau punya uang, gimana? Ini kan hiburan politik juga namanya. Jangan terlalu diseriusi," ujarnya singkat.

Saat ini santer dikabarkan elit Partai Demokrat tengah menjalin komunikasi dengan Rusdi Kirana. Bahkan, pada acara pembekalan seluruh calon anggota legislatif DPRD Kabupaten/Kota/Provinsi maupun pusat daerah pemilihah Sulawesi Selatan, Mei lalu, Rusdi Kirana tampak hadir. Saat itu, Ketua Harian Partai Demokrat Sjarief Hasan yang memberikan materi pembekalan.

Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies (Intrans) Saiful Haq, dihubungi terpisah, menilai  Rusdi Kirana adalah sosok pengusaha yang unik. Dia tidak pernah ikut dalam kancah politik karena semua perhatiannya dicurahkan untuk membesarkan Lion Air. "Dalam hal ini dia menjadi salah satu anak bangsa yang diperhitungkan oleh aktor bisnis di kawasan Asia maupun internasional. Rusdi Kirana adalah aset bangsa yang strategis," ungkap Saiful Haq.

Bagi Saiful, akan sangat positif jika Rusdi Kirana ikut dalam konvensi Demokrat. Dia bahkan dia bisa menjadi kuda hitam.

"Rusdi Kirana akan jadi contoh baik, pengusaha yang setelah membesarkan bisnisnya lalu berpikir untuk membesarkan bangsanya. Keikutsertaan Rusdi Kirana dalam konvensi akan sangat membuat konvensi Demokrat semakin prestisius dan kredibel," jelas Saiful. [zul]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya