Berita

syafii maarif/net

Buya Syafii Maarif Ingatkan Ancaman Islam Syariat

KAMIS, 18 JULI 2013 | 05:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Indonesia yang dibangun di atas fondasi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, sepatutnya tidak lagi sibuk mempersoalkan hubungan Islam dan kenegaraan.

Demikian disampaikan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah A. Syafii Maarif dalam diskusi dan bedah buku terbaru Dr. Haedar Nashir Islam Syariat: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia yang digelar MAARIF Institute di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Rabu petang, (Rabu, 17/7).

“Munculnya gerakan ini merupakan ekspresi politik identitas berlabel Islam yang dalam batas-batas tertentu bila tidak dikawal secara kritis dapat meruntuhkan bangunan kebhinnekaan pada bangsa ini,” jelas Buya Syafii, begitu ia akrab disapa.

Dalam buku Islam Syariat: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia ini, Dr. Haedar Nashir yang juga Ketua PP Muhammadiyah, mencoba memberikan ulasan yang tajam dan komprehensif terkait bangunan ideologi dan sepak terjang gerakan Islam Syariat di Indonesia pasca era reformasi ini.

Karya ini teramat penting untuk menyadarkan masyarakat pada umumnya tentang perkembangan Islam Indonesia dewasa ini agar tidak semakin mengarah pada ideologi-ideologi radikal, dan terhindar dari fenomena ‘talibanisasi’ di Indonesia.

“Keberadaan buku ini menjadi pengingat bagi gerakan Islam moderat di Indonesia atas ancaman gerakan-gerakan ‘Islam syariat’ yang berupaya meruntuhkan narasi besar Islam yang ramah terhadap perbedaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tegas Buya Syafii. [zul]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya