Berita

foto: net

Politik

Ditempatkan di Nomor 7, Partai Nasdem Bersyukur

RABU, 17 JULI 2013 | 17:05 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dalam hasil riset terbaru Lembaga Survei Nasional yang dirilis kemarin, Partai Nasdem diprediksi meraih 4,6 persen suara bila Pemilu diadakan saat survei dilakukan. Di atasnya adalah Partai Golkar meraih 19.7 persen, PDI Perjuangan 18.3 persen, Partai Gerindra 13.9 persen, Partai Hanura 6.9 persen, Partai Demokrat 6.1 persen, dan PKB 4.8 persen. Sedangkan di bawahnya PAN 3,8 persen, PBB 1,4 persen, dan PKPI 0,5 persen.

Sekjen DPP Partai Nasdem, Rio Capella, mengatakan, partainya sangat berterima kasih atas hasil survei itu dan sama sekali tidak merasa dikecilkan.

"Kami terima kasih. Nasdem sebagai satu-satunya partai baru dan akan mengikuti pemilu. Kami masuk dalam partai menengah dibanding partai lain," kata Capella kepada Rakyat Merdeka Online, sesaatb lalu (Rabu, 17/7).


Menurutnya, berada di posisi ketujuh itu merupakan hal wajar. Apalagi, konsolidasi partai masih berjalan saat ini. Konsolidasi itu akan dilakukan kembali dalam waktu dekat.

"Paling tidak hasil survei itu memberikan informasi posisi kami hari ini dan hasilnya cukup bagus sebagai pendatang baru. Tentu kami akan bekerja keras untuk mentargetkan masuk dalam tiga besar hasil pemilu," ucapnya.

Survei LSN dilaksanakan pada tanggal 1-10 Mei 2013 dengan jumlah sampel 1.230 responden. Tekniknya, pengambilan sampel secara acak bertingkat atau multistage random sampling dengan margin of error 2,8 persen, dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.

Sementara itu, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tatap muka dengan bantuan atau pedoman kuesioner. Responden terdistribusi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan. Hasil survei juga dilengkapi dengan riset kualitatif berupa media analisis dari sejumlah surat kabar nasional dan daerah [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya