Berita

saleh husin: net

Melejit ke Urutan Empat, Saleh Husin Pastikan Hanura akan Terus Bekerja Keras

RABU, 17 JULI 2013 | 15:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Hanura menyambut baik temuan Lembaga Survei Nasional (LSN) yang dirilis kemarin. Hasil riset tersebut menunjukkan Hanura berada di urutan keempat dengan elektabilitas 6,9 persen.

"Kami mengapresiasi atas apa yang dipublikasikan oleh lembaga survei yang mengatakan Pak Wiranto maupun Partai Hanura mendapatkan respon positif dari masyarakat," ujar Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin (Rabu, 17/7).

Namun, Saleh Husin menegaskan, temuan LSN itu tidak membuat Hanura berpuas diri. Justru hal itu dijadikan sebagai cambuk agar kader Wiranto tersebut bekerja lebih keras lagi untuk dapat memenuhi target.

"Yaitu pada pemilu legislatif masuk minimal 3 besar sehingga kita dapat dengan mudah mengantarkan capres-cawapres kita menjadi pemimpin nasional," sambung Saleh.

Karena itu, anggota Komisi V DPR ini mengimbau seluruh kader Hanura di semua tingkatan terus-menerus menyapa masyarakat melalui berbagai kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

"Harapan kita, kedepan penyelenggaraan pemilu dapat berlangsung dengan jurdil. Maka itu, disinilah perlu ketegasan dan peran KPU dalam melaksanakan pemilu yang berkualitas sehingga tercipta rasa aman dan kondusif di masyarakat," tandasnya.

Berdasarkan hasil riset LSN, Partai Golkar di posisi teratas dengan elektabilitas 19,7 persen. Diikuti PDI Perjuangan di urutan kedua yang mendapat 18,3 persen. Lalu Partai Gerindra 13,9 persen, Partai Hanura 6,9 persen, Partai Demokrat 6,1 persen, PKB 4,8 persen, Partai Nasdem 4,6 persen, PPP 4,3 persen, PAN 3,8 persen, PKS 3,8 persen, PBB 1,4 persen, dan PKPI 0,5 persen. [zul]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya