Berita

Prabowo subianto/facebook

Politik

PILPRES 2014

Dipertimbangkan, Prabowo Bersanding dengan Perempuan

SELASA, 16 JULI 2013 | 18:11 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, tampaknya serius membidik tokoh dari kalangan perempuan sebagai pendampingnya dalam pertarungan Pilpres 2014. Saat deklarasi Enam Program Aksi Transformasi Bangsa kemarin malam di Jakarta, Prabowo dengan lantang menjamin jika dirinya menjadi presiden, maka kabinet dan pejabat setingkat menteri akan diisi 30 persen perempuan.

Dengan menegaskan bahwa banyak sekali perempuan Indonesia yang berkualitas, mantan Danjen Kopassus itu juga berjanji akan mendorong perempuan untuk mengisi posisi stategis di lingkungan pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota.

Penegasan itu mengundang asumsi bahwa Prabowo sedang membidik tokoh perempuan. Sebelumnya, Prabowo dan Gerindra akhir-akhir ini dikabarkan getol mendekati PDI Perjuangan untuk meminang Puan Maharani, kader perempuan trah Soekarno yang kini menjabat Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua Fraksi PDIP di DPR.


Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, menjelaskan, partainya memang prihatin atas masih kurangnya kesempatan yang diberikan negara kepada kaum wanita. Padahal, banyak aktivis wanita yang kemampuannya di atas rata-rata kaum pria. Karena itulah, Gerindra sangat mendukung kebijakan 30 persen caleg legislatif harus diisi wanita. Begitu juga untuk menjadi menteri dan posisi-posisi strategis dalam pengambilan keputusan, Gerindra akan terus memperjuangkan keterwakilan minimal 30 persen itu.

"Diharapkan, dengan semakin banyaknya wanita menjadi menteri, anggota DPR, Dirjen atau Direksi BUMN dan sebagainya, paling tidak tingkat persentase korupsi di Indonesia makin turun. Karena wanita relatif tidak mudah korupsi dibanding kaum pria," terangnya kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (16/7).

Menjawab prediksi bahwa Prabowo mengincar perempuan sebagai pendampingnya di Pilpres, Martin menjawab ada kemungkinan seperti itu. Di Pilpres 2009, Prabowo pun bersanding dengan capres perempuan, Megawati Soekarnoputri.

"Akan dipertimbangkan menyandingkannya dengan Cawapres wanita kalau Gerindra mendapat kursi 20 persen di DPR," tegasnya.

Tapi, dia membantah kalau disebutkan bahwa keputusan sudah jatuh ke nama Puan Maharani.

"Soal itu belum tahu," singkat Martin. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya