Berita

Khofifah Indar Parawansa:net

Eks Istana: Penjegalan Khofifah Harus Disikapi Secara Lugas

SELASA, 16 JULI 2013 | 15:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penjegalan secara brutal terhadap tokoh Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dari arena pemilihan gubernur Jawa Timur harus disikapi kaum Nahdliyin secara tegas, lugas dan komprehensif. Kalau tidak, ini akan dijadikan preseden pembonsaian tokoh NU dari panggung politik kekuasaan.

Hal ini ditegaskan inisiator Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih Adhie M Massardi Selasa siang (16/7) di Jakarta.

Adhie juga mengingatkan kaum Nahdliyin untuk belajar dari penyikapan terhadap penistaan tokoh NU (alm) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) oleh petinggi Partai Demokrat, Sutan Bathoegana. Ketika itu warga Nahdliyin di lebih dari 30 kota, yang tidak suka tokoh panutannya dinista, melakukan unjukrasa di kantor Partai Demokrat di kota masing-masing.

Hal ini memaksa Presiden SBY yang juga orang nomot 1 di Partai Demokrat mengumpulkan Kapolda dan Kapolres se-Indonesia di Jakarta dan memerintahkan segera meredam aksi di sejumlah daerah itu. Sedangkan Sutan Bhatoegana yang semula secara arogan mengatakan Gus Dur digulingkan karena “tidak bersih” alias korup, akhirnya menemui keluarga Gus Dur di Ciganjur dan minta maaf.

“Jadi kalau tidak ingin tokoh NU kelak hanya akan jadi ‘paria politik’ dalam politik kekuasaan di negeri ini, perlawanan terhadap penjegalan Khofifah yang diduga merupakan konspirasi Partai Demokrat dan KPU Jatim, harus dilakukan secara komprehensif dan lugas. Bukan hanya melalui jalur hukum,” katanya.

Jubir Presiden era Gus Dur ini menegaskan: “Politik itu ditentukan oleh gabungan fakta dan kekuatan. Tanpa didukung kekuatan yang nyata, fakta dan legalitas yang kita miliki tidak punya arti apa-apa. Karena penguasa yang korup hanya bisa dilawan dengan uang yang lebih banyak, atau kekuatan moral (massa) yang nyata. “

Lebih dari itu, Adhie menengarai, kalau proses demokrasi yang super curang di Jatim ini kita biarkan, pasti akan dijadikan prototipe pemilu nasional 2014, sebagaimana kecurangan pilgub 2008 di Jatim kemudian diproyeksikan dalam kecurangan pemilu 2009 oleh partai yang sama. [zul]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya