Berita

foto: net

Politik

Nasdem: Kualitas Capres Jangan Diukur Pakai Umur

SELASA, 16 JULI 2013 | 11:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Masyarakat saat ini sedang ramai membahas nama-nama kandidat capres dari kalangan lebih muda. Ada beberapa nama, seperti Joko Widodo, Puan Maharani atau Gita Wirjawan, yang paling santer. Tokoh politisi muda, di bawah usia 60 tahun, dianggap mewakili keinginan kuat untuk regenerasi kepemimpinan nasional. Sebagian masyarakat percaya, penyegaran pemimpin bangsa itu akan membawa Indonesia lebih maju.

Partai Nasdem merespons wacana tersebut dengan berpikir matang. Dikatakan Sekjen DPP Partai Nasdem, Rio Capella, adalah terlalu mudah untuk mengukur kapasitas calon pemimpin bangsa hanya dari usia.

"Capres itu bukan persoalan umur, tapi pada kemampuan," tegasnya kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (16/7).


Selain kemampuan mengurus negara dan bangsa yang sangat besar ini, ada ukuran kesungguhan atau niatan yang betul-betul harus diperhatikan oleh publik.

"Kesungguhan untuk mengelola negara harus dibuktikan dengan kerja-kerja selama ini," terangnya.

Karena itu dia tak mau menjawab pertanyaan lebih baik anak muda atau orang tua yang didahulukan untuk mengisi RI-1 pada 2014-2019.

"Umur tidak bisa dijadikan ukuran," tegasnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya