Berita

lalu mara/net

Wasekjen Golkar Heran Mengapa Pemerintah dan BI Tak Mau Berdayakan Petani Lewat Bank Pertanian

MINGGU, 14 JULI 2013 | 09:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah, yang diwakili Kementerian Keuangan, tetap ngotot menolak pembentukan Bank Pertanian dalam pembahasan RUU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang diusulkan DPR.

Penolakan ini pun menjadi tanda tanya Wakil Sekjen Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa, sebab Indonesia merupakan negara agraris. Sedangkan di beberapa negara yang bukan negara agraris saja, sudah ada Bank Pertanian. Malaysia misalnya sudah lama mendirikan Bank Pertanian Malaysia. Pun demikian, Afrika Selatan sudah punya Land and Agricultural Development Bank (LADB). Demikian juga, Bank Pertanian ada di beberapa negara Skandinavia.

"Siapa bilang Bank Pertanian tidak menguntungkan. Kalau memang bank memang mencari untung," kata Lalu Mara, yang juga jurubicara Keluarga Aburizal Bakrie, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 14/7).


Lalu Mara mengakui petani tak bisa menyiapkan administrasi. Namun demikian, bukan berarti petani akan mengemplang utang. Fakta sosio-psikologis menunjukkan komitmen petani dalam membayar utang sangat tinggi sekali. Bahkan kepada rentenir yang melipatgandakan utang saja petani tetap membayar. Padahal, ibaratnya, meminjam kepada rentenir itu, meminjam empat tapi harus mengembalikan enam dalam jangka waktu enam bulan.

"Saya mengerti bank juga memperlukan administrasi. Tapi semestinya ada jalan tengah, karena saya yakin, nilai Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet perbankan, sangat rendah," ungkap Lalu Mara.

Lalu Mara pun menilai Bank Pertanian ini akan melengkapi bank-bank penyalur kredit usaha rakyat (KUR) yang tidak agresif. Memang butuh waktu untuk memprosesnya, namun minimal ada niat baik dari pemerintah untuk mendirikan Bank Pertanian ini. Apalagi fakta lain, Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang menggunakan kata rakyat, sudah merambah ke berbagai sektor. Sementara Bank Pembangunan Daerah (BPD) hanya menampung uang lungsuran dari pusat.

"Jadi Bank Pertanian adalah bank khusus kepada petani dan melayani khusus modal kerja petani dalam jangka pendek, buka flat, bukan flat banci. Saya mengerti bank tak mau capek kasih kredit besar sama kecil, sama proses yang dilalui, jadi makanya bank-bank lebih memilih kepada nasabah besar. Jadi, bisa aja, mindset Bank Pertanian ini seperti pola kerja rentenir, tapi penerapan bunganya tak menjerat seperti rentenir," demikian Lalu Mara. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya