Berita

anas urbaningrum/net

Dugaan Ada Upaya Mengkriminalisasi Anas Urbaningrum Semakin Kuat

MINGGU, 14 JULI 2013 | 08:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.  Penanganan kasus Anas Urbaningrum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih saja terkatung-katung padahal mantan Ketua Umum PB HMI ini sudah ditetapkan sebagai tersangka empat bulan lalu. Karena itu semakin kuat dugaan ada upaya kriminalisasi dengan sengaja mencari kesalahan Anas agar bisa ditetapkan menjadi tersangka.

"Saya khawatir munculnya agenda kriminalisasi terhadap Anas karena KPK tidak melakukan penyidikan untuk menemukan kesalahan, tapi justru mencari-cari kesalahan," kata Presidium Kesatuan Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pratama, beberapa saat lalu ( Minggu, 14/7).

Haris meminta kepada lembaga antikorupsi  itu segera menuntaskan kasus Anas  dengan membawa ke pengadilan. Sebab jika penangananya berlarut-larut, lanjut dia, kredibilitas KPK yang akan menjadi taruhannya.


"Di bulan puasa ini, saya meminta KPK untuk jujur dan bertobat, jika memang Anas bersalah segera penjarakan dia, jika tidak KPK harus segera pulihkan namanya, KPK jangan takut pada sutradara yang menginginkan Anas tersangka," tegasnya.

Di sisi lain, Haris sangat menyayangkan alasan KPK yang harus menunggu hasil audit BPK terkait kerugian negara dalam kasus Hambalang sebelum bisa menindaklanjuti para tersangka proyek itu. Keanehan lain yang dilihat Haris yakni, pemeriksaan secara simultan yang dilakukan oleh KPK terhadap saksi-saksi dalam kasus itu. Menurutnya, hal itu terkesan bahwa KPK tidak punya bukti cukup untuk mentersangkakan Anas Urbaningrum.

"Apa hubungan Hotel Sultan, Hotel Aston Bandung dengan gratifikasi mobil Harrier? Jadi saya melihatnya Anas dijadikan tersangka dulu baru cari-cari kasusnya," imbuh Haris.

Ia juga melihat KPK tak adil dalam mengungkap kaitan kasus Hambalang dengan Kongres Partai Demokrat di Bandung. Oleh karenanya, ia meminta agar KPK juga memeriksa Panitia Kongres kongres tersebut.

"Kapan giliran Ketua dan Sekretaris SC diperiksa. Ini satu paket dan keduanya harus diperiksa. Saya sangat menunggu. Saya sendiri tidak tahu siapa ketua dan sekretaris SC," sindir Haris

Haris menambahkan bahwa tidak hanya OC dan SC, KPK juga harus memeriksa semua tim sukses calon ketua umum, baik dari kubu Anas Urbaningrum, Marzuki Alie maupun Andi Mallarangeng, termasuk SBY yang tegas mendukung Andi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya