Berita

fadli zon/net

HARI KOPERASI NASIONAL

Koperasi Harus Jadi Pilar Ekonomi Rakyat!

JUMAT, 12 JULI 2013 | 11:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di usia yang ke-66, satu usia yang sudah cukup matang, pengembangan koperasi di Indonesia masih belum optimal. Bahkan belakangan keadaan koperasi semakin terpinggirkan dengan laju pengembangan yang sangat lambat.

Karena itu, kata Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, perlu merevitalisasi koperasi. Apalagi pengembangan koperasi dalam sistem ekonomi Indonesia merupakan amanat konstitusi. Pasal 33 UUD 1945 misalnya, menempatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian Indonesia. Artinya, seharusnya koperasi menjadi penopang dan pilar perekonomian bangsa.

Namun sayangnya, lanjut Fadli, justru sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia adalah sistem ekonomi pasar yang liberal. Akibatnya perhatian pemerintahan di era reformasi ini justru terlalu fokus  menguatkan para pengusaha besar, namun lupa memberdayakan usaha kecil.


Padahal bila dilihat dari potensi ekonomi, katanya, proporsi usaha kecil adalah yang paling besar. Menurut data Kementerian Negara UKM dan Koperasi, jumlah UMKM sebanyak 44,69 juta unit, yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 44,62 juta unit, usaha menengah sebanyak 67.765 unit dan koperasi mencapai lebih dari 70.000 unit.

"Upaya pengembangan koperasi di Indonesia juga masih sangat lambat. Sekalipun ada upaya revitalisasi, namun hal ini belum maksimal," kata Fadli beberapa saat lalu (Jumat, 12/7).

Dalam satu tahun, Fadli mencatat, satu jumlah koperasi yang terbentuk di satu kabupaten tidak lebih dari 10. Padahal, dana pengembangan koperasi pada APBN 2013 ini mencapai 1,45 triliun rupiah.

Fadli menambahkan, Partai Gerindra memandang bahwa untuk mengembangkan koperasi, perlu political will yang kuat dari pemerintah dalam menopang setidaknya pada tiga aspek. yaitu menopang kelemahan permodalan, pengembangan produk dan pasar, serta jaringan.

"Revitalisasi koperasi perlu komitmen semua pihak, yang dimotori oleh pemerintah. Sebab keberadaan koperasi sebagai sokoguru perekenomian nasional adalah amanat konstitusi," demikian Fadli. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya