Berita

mohamad sukri/net

Hari Koperasi Harus Jadi Tonggak Penguatan Ideologi Ekonomi Kerakyatan

JUMAT, 12 JULI 2013 | 08:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, pemerintah masih belum konsisten menerapkan sistem perekonomian nasional berdasarkan amanat konstitusi. Ketidakkonsistenan tersebut diperparah dengan menggunakan koperasi hanya sebagai alat politik dengan persepsi yang kerap keliru.

Karena itu, kata Ketua Bidang Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Mohamad Sukri, Indonesia perlu belajar pada gerakan koperasi atau gerakan ekonomi Kerakyatan di Skandinavia. Koperasi di Skandinavia berkembang maju menjadi gerakan ekonomi rakyat, bukan hanya karena sudah berusia lama namun juga karena adanya kaukus Politisi Gerakan Koperasi yang duduk di parlemen.

"Hal itu mewarnai kebijakan mendasar pemerintahan di Skandinavia sehingga kebijakan ekonomi negara dan pemerintahan disana selalu melibatkan KUKM," kata Sukri kepada Rakyat Merdeka Online, terkait dengan Hari Koperasi ke-66, beberapa saat lalu (Jumat, 12/7).


Berdasarkan teori, lanjut Sukri, bila mau mengubah atau atau menguatkan sistem maka harus menjadi subsistem, dam kemudian merebut dan mengeksplornya dalam kebijakan ekonomi yang memihak rakyat berdasarkan konstitusi. Karena itu, Harkopnas harus menjadi tonggak menyebarkan dan menguatkan ideologi ekonomi kerakyatan terhadap aktivis gerakan koperasi Indonesia yang kini menyebar dalam berbagai partai.

"Ideologi ekonomi kerakyatan itu abadi dibanding dengan ideologi Parpol. Maka saatnya masyarakat koperasi hanya mendukung dan memilih politisi berideologi koperasi, agar penerapan sistem ekonomi kerakyatan itu konsisten berdasarkan konstitusi menuju masyarakat sejahtera bersama koperasi," kata Sukri, yang juga Caleg Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VIII. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya