Berita

Edhie Baskoro Yudhoyono:net

Terkait Hambalang, Kapan Edhie Baskoro Yudhoyono Digarap KPK?

KAMIS, 11 JULI 2013 | 23:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi Pemberantasan Korupsi didukung untuk menelisik hingga mengungkap tuntas soal ada atau tidaknya aliran dana haram mengalir ke kongres Partai Demokrat. Karena itu, semua yang terlibat dalam kongres yang digelar di Bandung Mei 2010 lalu itu harus diperiksa tanpa pandang bulu.

"Saya sangat mendukung sikap KPK yang adil, jujur dan berani. Kalau benar KPK ingin ungkap tuntas kaitan Hambalang dengan Kongres Partai Demokrat di Bandung. Panitia Kongres harus diperiksa semua," tegas mantan Sekretaris Departemen Agama DPP Partai Demokrat, Ma'mun Murod Al-Barbasy, malam ini (Kamis, 11/7).

Setelah memeriksa Ketua Organizing Commite Kongres Demokrat Didik Mukri, berikutnya KPK harus menggarap Ketua dan Sekretaris Steering Committe SC, yang saat itu masing-masing dijabat Edhie Baskoro Yudhoyono dan M. Nazaruddin. 

"Kapan giliran Ketua dan Sekretaris SC diperiksa. Ini satu paket dan keduanya harus diperiksa. Saya sangat menunggu. Saya sendiri tidak tahu siapa Ketua dan Sekretaris SC," sindir Wakil Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah ini sambil tersenyum kecut.

Tidak hanya OC dan SC, menurut Ma'mun, KPK juga harus periksa semua tim sukses calon ketua umum, baik dari kubu Anas Urbaningrum, Marzuki Alie maupun Andi Mallarangeng, termasuk SBY yang tegas mendukung Andi. Penting juga KPK untuk memeriksa aliran dana ke Partai Demokrat sebagai institusi. Begitu juga soal gratifikasi, KPK juga harus tegas.

"Kalau yang tidak jelas seperti (mobil) Harrier (yang diduga diterima Anas) diungkit-ungkit terus, kenapa yang sudah terang benderang, buktinya ada, saksinya ada kok sampai sekarang tidak juga diperiksa-periksa, " imbuhnya.

Karena itu, katanya lagi, kalau KPK mau menuntaskan keterkaitan Hambalang dengan Kongres Bandung periksa semuanya, kecuali kalau KPK sekedar ingin mencari-cari kesalahan Anas.

"Katanya Abraham Samad tidak takut kepada siapapun, buktikan dong kepada publik bahwa Ketua KPK itu seorang pemberani, yang tidak takut pada siapapun, kekuatan manapun, kecuali pada Allah Swt," tantang Sekretaris Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Jakarta ini.[zul]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya