Berita

gita wirjawan/net

Politik

Gita Wirjawan, Kerjalah Lebih Keras dan Jangan Lagi Terima Laporan ABS!

KAMIS, 11 JULI 2013 | 14:22 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, diminta untuk bekerja lebih keras. Gita harus lebih fokus pada tugas negara di bawah tanggung jawabnya daripada habiskan energi untuk mengurusi niat maju ke pencapresan 2014.

Demikian disampaikan  anggota Komisi VI DPR, Hendrawan Supratikno, saat diwawancara Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Kamis, 11/7).

"Wajar juga kalau ada menteri pamer sampai iklankan diri pakai anggaran negara, maksudnya popularitas makin tinggi dan siapa tahu mobilitas vertikal menjadi capres atau minimal jadi menteri lagi di pemerintahan selanjutnya," ucap Hendrawan.


Namun, dia ingatkan agar Gita bekerja lebih keras dan jangan lagi mempermalukan diri dengan menerima laporan yang bersifat ABS atau "asal bapak senang" dari bawahan. Apalagi, saat ini rakyat miskin semakin tertekan karena harga bahan pokok meroket di saat mereka menjalankan ibadah bulan Ramadhan.

"Dalam rapat dengan kami )DPR) pekan lalu, dia (Gita) bilang harga terkendali. Tapi secara metodologis tabel yang digunakan lemah sekali. Bagaimana bisa Pak Menteri katakan terkendali? Dia janji lain kali akan dikoreksi. Nah, ini contoh," terangnya.

Desakan agar Gita lebih konsentrasi bekerja menguat setelah Menko Perekonomian mengungkap kenaikan harga begitu tinggi pada komoditas cabai rawit (63 persen), bawang merah (49 persen), daging ayam (20 persen), telur (9,32 persen), beras dan daging sapi, dibandingkan bulan Juni. Di lapangan, kenaikan harga sederet bahan pokok itu ditemukan lebih tinggi lagi. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya