Berita

ilustrasi/net

Politik

Kata Bamsoet, Pemakzulan Boediono Makin Menguat

RABU, 10 JULI 2013 | 15:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Tim Pengawas Century DPR menggelar rapat dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, hari ini. Anggota Tim Pengawas Century DPR Bambang Soesatyo mengatakan rapat tertutup yang selesai digelar beberapa jam lalu, tampaknya akan mendorong DPR untuk menggunakan Hak Menyatakan Pendapat terhadap Wakil Presiden Boediono.

"Secara tegas pimpinan KPK menepis anggapan publik bahwa penetapan Budi Mulia dan Siti Fadjriah sebagai tersangka bukan karena gratifikasi. Tapi lebih pada Tipikor dalam proses pemberian FPJP oleh dewan Gubernur yang dipimpin langsung oleh mantan Gubernur BI Boediono," kata Bamsoet, demikian Bambang Soesatyo disapa, kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu.

Selain itu lanjut Bamsoet, penetapan tersangka yang dilakukan KPK juga berkaitan dengan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik dalam rapat dewan gubernur BI yang dipimpin oleh Gubernur BI Boediono dan dihadiri oleh senior dewan gubernur Miranda Goltom serta enam anggota dewan gubernur BI termasuk Budi Mulia dan Siti Fadjriah.


"Undang-undang BI mengatur segala keputusan strategis harus diputuskan dalam rapat dewan gubernur (RDG) sebagai lembaga tertinggi BI dalam kepemimpinan yang bersifat kolektif kolegial. Artinya, tidak bisa hanya Budi Mulya atau Siti Fadjriah yang dipersalahkan. Itu harus menjadi tanggung jawab kolektif dewan gubernur," imbuh Bamsoet.

Lebih lanjut dikatakan Bamsoet, dalam rapat tersebut Timwas sepakat memberi apresiasi kepada kerja keras KPK. Setelah melalui rangkaian proses yang sangat panjang dan berliku, proses hukum skandal kebijakan, perhitungan dan pencairan dana talangan (bailout) untuk Bank Century akhirnya sampai juga di jantung persoalan.

"Bukti-bukti terdahulu, plus sejumlah kesaksian terbaru dari para terperiksa, baik kesaksian Sri Mulyani di Amerika Serikat dan saksi lainnya di Australia, memosisikan KPK harus fokus pada indikasi moral hazard sejumlah oknum mantan pimpinan BI," demikian Bamsoet. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya