Berita

fadli zon/net

Gerindra Mau UU Pilpres Dibawa ke Ranah Publik

RABU, 10 JULI 2013 | 13:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pelaksanaan pemilu sudah semakin dekat. Karena itu, Partai Gerindra menyesalkan pembahasan UU Pilpres yang kembali tertunda.

Dalam UU Pilpres ini, Gerindra termasuk partai yang setuju ada revisi, termasuk mengevaluasi syarat pencalonan presiden dengan presidential threshold (PT) 20 persen.

"Gerindra sama sekali tak khawatir meskipun PT tetap 20 persen untuk pencalonan presiden. Kami yakin dapat mencapainya. Namun, ini bertentangan dengan semangat konstitusi," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 10/7).


Dalm hal pembahasan ini, Fadli mengatakan bahwa seharusnya juga melibatkan masyarakat karena persoalan ini bukan hanya menjadi domain baleg, DPR atau parpol saja. Masyarakat perlu terlibat sebab masyarakat yang akan memilih presiden.

"Perlu dengar aspirasi masyarakat soal syarat pencalonan," kata Fadli Zon, sambil kembali menegaskan bahwa ambang batas 20 persen yang ada dalam UU pilpres saat ini tak ada dasarnya kecuali argumentasi sumir soal sistem presidensial.

"Tanpa PT pun sistem presidensial kita saat ini sudah sangat kuat, bahkan terkuat di dunia. Sebaiknya pembicaraan ini dibawa ke diskursus publik," sambung Fadli.

Dalam UUD 1945 pasal 6, jelas Fadli, tak diamanatkan penetapan threshold. Konstitusi hanya menyebutkan bahwa presiden dan wapres diajukan oleh parpol atau gabungan parpol.

"Sehingga, penetapan angka treshold untuk pencalonan presiden, jelas melanggar konstitusi dan mencederai prinsip civil rights dalam sistem demokrasi," demikian Fadli. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya