Berita

gita wirjawan/net

Tak Beda dengan Ahmad Fathanah, Menteri Gita Wirjawan Pun Bertindak sebagai Broker

RABU, 10 JULI 2013 | 11:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dibandingkan mengabdi kepada kepentingan nasional, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan ternyata lebih berpihak kepada kepentingan asing.

Hal ini misalnya, kata Direktur Eksekutif Indonesia for Global Justice (IGJ), Riza Damanik, tergambar dari rencana kebijakan satu pintu untuk impor produk, dalam rangka memudahkan produk impor yang datang ke Indonesia. Kebijakan ini diambil karena Gita ketakutan pada asing, khususnya Amerika Serikat, yang melaporkan Indonesia ke World Trade Organization (WTO) terkait dengan pengetatan impor hortikultura.

"Pak Gita lebih memfasilitasi masuknya produk asing daripada melindungi kepentingan domestik kita, khususnya dalam holtikulutara," kata Riza Damanik kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 10/7).


Karena takut pada asing, kata Riza, Gita pun mengabaikan amanat Konstitusi untuk meningkatkan kualitas perdagangan Indonesia. Yang dimaksud dengan meningkatkan kualitas perdagangan adalah meningkatlan produksi yang berasal dari tanah Indonesia sendiri, yang diproduksi oleh orang Indonesia sendiri, dan diproduksi dengan alat Indonesia sendiri.

"Yang terjadi saat ini, Gita berhasil meningkatkan produksi yang berasal dari bahan asing, diproduksi oleh perusahaan asing, dan bahkan juga dikerjakan tangan-tangan asing. Ini ironis, terutama dalam bidang holtikura, sebab negara kita ini negara agraris," jelas Riza.

Riza pun membandingkan dan menyamakan Gita dengan Ahmad Fathanah. Fathanah, yang merupakan terdakwa kasus impor sapi, hakikatnya adalah broker. Tak jauh beda dengan Fathanah, Gita sebenarnya merupakan broker impor yang memfasilitasi dan memasarkan produk asing di Indonesia.

"Kalau kita tidak suka dengan Fathanah, maka sebenarnya Gita juga broker dalam arti yang sebenarnya, dan dalam jumlah yang jauh lebih besar," demikian Riza. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya