Berita

fahri hamzah/net

SUAP IMPOR SAPI

Tuduhan Fahri Hamzah pada Sudi Silalahi Bisa Dicurigai untuk Alihkan Isu

RABU, 10 JULI 2013 | 09:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah, diminta menempuh jalur hukum bila memang yakin ada skenario yang dibikin Mensesneg Sudi Silalahi di balik kasus hukum impor daging sapi yang melibatkan Luthi Hasan Ishaq. Hal ini jauh lebih baik daripada saling lempar tuduhan di media.

"Andaikan tudingan itu benar sekalipun, rasanya tidak elok proses hukum direcokin dengan  opini politik," kata Direktur Lembaga Partisipasi Pembangunan Indonesia (Lepsindo), Jailani  Paranddy, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 10/9).

Jailani sendiri menilai pengggiringan opini politik di tengah sebuah proses persidangan sebuah kasus hukum yang tengah disorot tidak akan menarik bagi publik. Dan seharusnya, para politisi tampil di media dengan hal-hal yang informatif dan mendidik secara politik.


Dengan dalih apapun, yakin Jailandi, polemik antara Fahri Hamzah dan Sudi Silalhi ini tidak akan memberikan pembelajaran yang baik bagi publik. Bahkan bisa saja publik curiga ada upaya untuk pengalihan isu, dari proses hukum yang sudah berjalan secara  profesional ke wilayah politik.

"Padahal publik meyakini benar, bahwa KPK sudah bekerja secara profesional," ujar Jailani.

Semestinya, lanjut Jailani, siapapun yang sedang menjalani proses hukum, sebaiknya fokus saja pada masalah hukum dan tidak perlu berupaya melakukan upaya seperti pengalihan isu lewilayah politik, atau berupaya membentuk opini seolah-olah kasus hukum itu lahir dari sebuah konspirasi dan penzaliman politik.

"Sekiranya ada bukti-bukti yang cukup, dan tudingan-tudingan itu benar sekalipun, tidak elok rasanya seorang politisi menuding secara terbuka seseorang di depan publik. Idealnya  proses hukum harus  dilawan juga dengan proses hukum, jangan proses hukum dipolitisasi, ini tidak benar!," demikian Jailani. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya