Berita

ijabi/net

Ikuti Keputusan Pemerintah, IJABI Mulai Puasa Besok

SELASA, 09 JULI 2013 | 13:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kelompok muslim Syiah yang tergabung dalam Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) menetapkan bahwa awal puasa Ramadhan 1434 Hijriyah dimulai sejak Rabu besok (10/7). Ketetapan ini mengikuti keputusan pemerintah.

"Hal ini sesuai dengan arahan Ketua Dewan Syura IJABI, KH Jalaluddin Rakhmat. Sejak awal berdirinya, IJABI mengikuti Ketetapan Pemerintah RI dalam penetapan tanggal 1 Ramadhan dan Idul Fitri," demikian disampaikan dalam rilis IJABI Bandung kepada redaksi beberapa saat lalu (Selasa, 9/7).

Dalam keterangan tertulis ini disampaikan pandangan Ustadz Jalal, begitu Jalaluddin Rakhmat disapa. Menurut para ahli fikih, kata Jalalluddin, keputusan waliyyul amri, atau hakim syar’i, atau sulthan, atau pemerintah adalah yarfa’ al-khilaf, atau menyelesaikan perpecahan.


Secara sederhana, ungkap Ustadz Jalal, hukum-hukum fiqih itu dibagi dalam dua bagian. Yaitu yang terkait dengan urusan privat dan yang terkait dengan urusan publik. Umat Islam tentu saja boleh berbeda dalam mengamalkan hukum-hukum fiqih yang berkaitan dengan urusan privat sewperti wudhu, salat, puasa, bahkan haji. Semua ibadah itu bisa dilakukan sesuai dengan mazhab masing-masing. Dalam shalat tarawih misalnya, bisa 11, 23, 100 rakaat, atau tidak sama sekali.

Tetapi, lanjut Ustadz Jalal, ketika ibadat atau hukum-hukum fiqih sudah memasuki wilayah publik, maka tidak boleh lagi ada khilaf atau perbedaan. Hal ini dilakukan demi kepastian hukum dan juga demi ketertiban umum. Mazhab-mazhab misalnya, bisa berbeda dalam menetapkan hari wuquf di Arafah. Tapi ketika Kerajaan Saudi menetapkan wuquf pada hari Kamis, sebagai misal, maka seluruh jemaah haji mematuhinya.

"Sunni dan Syiah wuquf pada hari yang sama. Bayangkan apa yang terjadi sekiranya setiap mazhab bertahan dengan ijtihad mereka. Bayangkan kacau-balaunya ibadat haji karena ada dua kali wuquf, dua kali tiga hari melempar jumrah dan seterusnya," kata Ustad Jalal.

Dalam menentukan 1 Ramadhan dan 1 Syawal, katanya, ada dua pendapat atau ada dua metode, yaitu rukyat dan hisab. Rukyat misalnya bersandar pada hadits Nabi: Berpuasalah kamu dengan melihat bulan dan berbukalah dengan melihat bulan. Sementara hisab bersandar juga pada perkataan nabi bahwa: Jika terhalang maka ukurlah atau perkirakanlah.

Sekarang, katanya, kedua metode ini sudah digabungkan. Akurasi hisab juga harus diuji dengan data empiris selama bertahun-tahun. Jadi perbedaan penetapan awal Syawal bukan lagi soal pemilihan metode hisab dan rukyat, namun kriteria atau ukuran yang dipergunakan dalam menentukan awal bulan.

"Jadi mana yang betul dong? Menurut Al-Quran, patuhilah ulim amri, yakni pemerintah. Dahulukan akhlak di atas fiqih," demikian Jalaluddin, sebagaimana dalam keterangan tertulis tersebut. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya