Berita

ILUSTRASI/NET

Penetapan Golongan dan Tarif Cukai Hasil Tembakau Diyakini Bisa Lindungi Petani

SELASA, 09 JULI 2013 | 06:55 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Beberapa tahun belakangan ini, perusahaan rokok raksasa telah mendirikan pabrik-pbarik rokok kecil di berbagai daerah.

Dengan cara ini, perusahaan rokok raksasa itu bisa menguasi pasar dan memainkan rokok murah. Dampaknya, petani yang dirugikan sebab tak bisa menjual harga tembakau sesuai dengan yang diharapkan.

Karena itu, Ketua Forum Masyarakat Rokok Seluruh Indonesia (Formasi) Jawa Tengah, Guntur, menilai bahwa sudah seharusnya pemerintah sudah membuat dan meberlakukan Perarturan Menteri Keuangn (PMK) 78/2013 sejal awal.


Sebab, katanya, PMK tentang  Penetapan Golongan dan Tarif Cukai Hasil Tembakau Terhadap Pengusaha Pabrik Hasil Tembakau ini dinilai dan diharapkan bisa mencegah kartel rokok. Selain itu, PMK ini juga dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor cukai rokok serta membuat iklim industri hasil tembakau semakin membaik

"PMK 78/2013 harussegera dilaksanakan secara terbuka, dalam rangka melihat perusahaan golongan 1 tidak membuat rokok murah, serta meningkatkan pendapatan negara dari sektor cukai rokok," kata Guntur dalam keterangan tertulis, Senin kemarin (8/7).

Bahkan, selain bisa melindungi petani dan pengusaha tembakau kecil dan menengah dari kemungkinan adanya penguasaan pasar oleh kartel, Guntur juga meyakini PMK ini akan mengamankan penerimaan negara dari upaya penghindaran tarif cukai.

Namun demikian, Guntur tetap mengkritisi pencantuman hubungan keluarga dalam PMK ini. Katanya, point ini tak perlu dicantumkan dalam PMK 78/2013. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya