Berita

FOTO:NET

Dunia

Orang Dewasa Minum ASI Picu Provokasi

MINGGU, 07 JULI 2013 | 11:37 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Para orang dewasa di kota Shenzhen, China Selatan tengah menjadi bahan
omongan di situs microblogging di China. Ini terjadi lantaran banyak dari mereka mempekerjakan ibu ASI untuk menyusui mereka.

Para pengguna situs tersebut marah karena hal tersebut bukan hanya tidak etis, tetapi seolah menunjukkan arogansi dan pengabaian terhadap perempuan di negara kaya.

"Ini menambah masalah China karena telah memperlakukan perempuan sebagai barang konsumsi. Ini degradasi moral di negara kaya ini," tulis Baoyin Cao, seorang blogger di China.

"Ini menambah masalah China karena telah memperlakukan perempuan sebagai barang konsumsi. Ini degradasi moral di negara kaya ini," tulis Baoyin Cao, seorang blogger di China.

Para ibu ASI ini disediakan oleh agen, yang kebanyakan dari mereka merupakan perempuan miskin, yang baru saja melahirkan. Hal ini rupanya mereka lakukan dengan senang hati karena akan menunjang keuangan mereka. Para ibu ASI ini menawarkan layanan selama beberapa hari sampai bebeberapa minggu dalam satu bulan dengan harga yang bervariasi antara 2 ribu US Dolar sampai 4 ribu US Dolar.

"Orang dewasa (klien) dapat meminumnya langsung dengan menyusui langsung, atau mereka bisa minum dengan menggunakan breast pump jika mereka merasa malu," ungkap Lin Jun, seorang pemilik agen ibu ASI, Xinxinyu, seperti dikutip Hongkong Herald (Minggu, 7/7).

Di satu sisi, hal ini telah mendorong pemerintah daerah di Shenzhen untuk menangguhkan izin usaha agen-agen yang mempekerjakan ibu ASI. Banyak masyarakat China percaya dengan meminum ASI memiliki beberapa kualitas nutrisi khusus yang baik bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang berada dalam pengobatan pasca operasi.[wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya