Berita

BASUKI T PURNAMA/IST

Olahraga

Caleg Gerindra: Ahok Janganlah Berbicara Seperti Toke Glodok Marahi Karyawannya

MINGGU, 07 JULI 2013 | 09:36 WIB | LAPORAN:

Kebijakan Pemprov DKI terhadap Kartu Jakarta Pintar (KJP) mengalami sedikit kendala. Bank DKI dikeluhkan terlambat mencairkan dana KJP kepada pelajar.
 
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) menjelaskan persoalan harus dianalisa sebelum menghakimi Bank DKI. Ahok meminta masyarakat yang kesulitan mencairkan dana KJP di Bank DKI agar bersabar sampai penyelidikan Pemprov selesai.

"Benar gangguan harus diselidiki. Mengapa sampai mengalami keterlambatan. Apakah kekacauan timbul akibat dari misadministrasi penyaluran KJS atau mismanajemen Bank DKI," kata pengamat sosial dan hukum dari The Indonesian Reform, Martimus Amin menanggapi, Minggu (7/7).


Ia menekankan, bagaimana pun KJP tidak boleh sampai terkendala. Pasalnya, KJP merupakan salah satu program sangat mulia pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Jokowi-Ahok terpilih untuk membantu warga tidak mampu agar anak-anaknya bisa bersekolah. Sebagai warga DKI dan kader partai pendukung, lanjut Martimus, pihaknya hanya bisa mengingatkan, khususnya kepada Ahok untuk kiranya dapat menjaga tata krama berbahasanya.

"Semisal kata-kata 'Kalau ada keraguan maka kita bisa blokir, kok pakai demo ngeduduki Bank. Anak SD lagi. Masuk akal atau tidak? Lebih baik yang model kaya gitu nggak usah disekolahkan lama-lama'. Kalimat terakhir dari kata-kata 'Lebih baik yang model kayak gitu nggak usah disekolahkan lama-lama', tidak perlu terucapkan, tidak diplomatis dan tidak boleh terus berulang," papar Martimus yang maju jadi caleg DPRD DKI dari Partai Gerindra di Dapil V.

Ia ingat, sebelumnya Ahok juga pernah mengatakan bagi yang menduduki tanah negara adalah PKI. Ahok mesti belajar menjaga kesantunan diplomasinya. Sebagai pejabat publik juga ia menyandang marwah dan kehormatan partai pendukungnya.

"Janganlah ia berbicara seperti toke Glodok memarahi karyawannya," imbuh Martimus.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya