Berita

hatta rajasa/net

Hatta Rajasa: Pemerintah Bertekad Bangun Wirausaha Berbasis Ilmu dan Teknologi

SABTU, 06 JULI 2013 | 16:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini, pemerintah bertekad dan berupaya membangun kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam melaksanakan upaya itu, pemerintah menempuh dua pendekatan.

Pertama, kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa, terus memperluas dan mempercepat pembinaan kewirausahaan. Pendekatan ini dilakukan dengan memperbesar peran sektor bisnis dan dunia usaha, termasuk usaha menengah, koperasi, usaha kecil dan bahkan usaha mikro hingga usaha rumahan di berbagai ranah pembangunan ekonomi.

"Sejak tiga tahun terakhir, melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional atau GKN, Pemerintah telah memfasilitasi tahapan strategis pada pengembangan kewirausahaan. Melalui GKN, kita perluas kampanye terpadu untuk meningkatkan minat berwirausaha di kalangan masyarakat," kata Hatta saat menyampaikan orasi ilmiah dalam acara wisuda sarjana dan pasca sarjana di Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta (Sabtu, 6/7).


Pemerintah juga, lanjut Hatta, terus memperbesar fasilitasi penyediaan permodalan sebagai komponen utama bagi warga bangsa yang ingin mengembangkan kegiatan ekonominya. Pada tahun 2013 ini misalnya, jumlah dana yang di gulirkan untuk kredit usaha rakyat telah ditingkatkan menjadi Rp 36 triliun, atau peningkatan signifikan dibandingkan dengan Rp 30 triliun di tahun 2012 lalu.

"Guna makin meringankan para penggunanya, kita turunkan suku bunga KUR mikro yaitu kredit di bawah plafon Rp 20 juta per debitor dari 22 persen menjadi 20 persen, dan suku bunga KUR ritel dengan plafon hingga Rp 500 juta per debitor dari 14 persen menjadi 12 persen," jelas Hatta.

Pendekatan kedua dalam membangun kewirausahaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, lanjut Hatta, adalah memfasilitasi peningkatan kapasitas berinovasi di beragam kegiatan wirausaha serta menjadikan inovasi itu sebagai akses pengembangan kualitas wirausaha hingga bertaraf global.

Untuk mewujudkan upaya itu, pemerintah, antara lain, terus mendorong dan memfasilitasi gerakan koperasi, asosiasi profesi, lembaga keuangan dan permodalan, institusi perbankan serta para pemangku kepentingan pembangunan lainnya, agar dapat saling bersinergi, saling berkoordinasi dan saling bersinkronisasi dalam meningkatkan kualitas serta kapasitas wirausaha nasional, hingga mereka dapat tampil menjadi wirausaha yang tangguh dan berdaya saing tinggi ditopang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pemerintah juga, lanjut Hatta, terus mendorong dan memfasilitasi para akademisi agar menjadikan kampus sebagai center of excellence atau pusat keunggulan bagi lahirnya wirausaha-wirausaha muda yang handal dan berdaya saing. Beragam jenis pelatihan kewirausahaan ini digulirkan di berbagai perguruan tinggi. Pemerintah juga mendorong pengembangan technopreneur di lingkungan perguruan tinggi serta mendukung perluasan kerjasama yang makin sinergis, koordinatif dan integratif, antara perguruan tinggi dengan kalangan dunia usaha.

"Saya ingin menyampaikan bahwa agenda besar pembangunan ekonomi, yang kita tuangkan pada Peraturan Presiden nomor 32 tahun 2011 tentang Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau MP3EI, sesungguhnya, juga kita tujukan untuk mendukung peningkatan produktifitas dan daya saing wirausaha nasional, dalam ikut mengakselerasi kinerja pembangunan ekonomi," demikian Hatta. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya