Berita

foto: net

Politik

ICW: Kami Tidak Merilis Politisi Busuk, Cuma Mereka yang Diragukan Komitmennya

SABTU, 06 JULI 2013 | 10:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Indonesia Corruption Watch (ICW) tidak pernah merilis politisi busuk. LSM itu hanya mengumumkan 36 nama politisi, 34 diantaranya mencalonkan diri kembali untuk menjadi anggota DPR RI, yang diragukan komitmennya dalam pemberantasan korupsi.

Demikian disampaikan Koordinator Divisi Hukum ICW, Emerson Yuntho, dalam diskusi di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (6/7). Lima indikator yang dipakai ICW yaitu, anggota DPR dan caleg yang namanya pernah disebut dalam dakwaan atau saksi di persidangan korupsi, bekas terpidana korupsi, pernah dijatuhi sanksi oleh Badan Kehormatan DPR, pernah keluarkan pernyataan di media massa yang dipersepsikan sebagai sikap tidak mendukung pemberantasan korupsi, dan politisi yang dukung revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipersepsikan sebagai sikap tidak mendukung pemberantasan korupsi.

Menurut Emerson, ada cukup alasan untuk memvonis para anggota DPR itu tidak pro pemberantasan korupsi hanya karena mereka mendukung revisi UU KPK. Sebab, KPK sendiri yang tidak pernah setuju UU-nya direvisi. Apalagi, selama ini ranah penindakan oleh KPK hanya sampai di penyidikan, sementara bagian penuntutan diberikan kepada kejaksaan.


Ada juga anggota DPR yang masuk dalam daftar ICW itu karena pernah mengusulkan bahwa batasan kriteria kasus yang bisa ditangani KPK hanya kasus korupsi Rp 5 miliar ke atas. Hal itu berbahaya karena akan timbulkan kesengajaan dari para pelaku korupsi untuk melakukan korupsi atau menyuap politisi DPR di bawah Rp 5 miliar untuk menghindari kasusnya ditangani KPK. Ada pula anggota DPR yang mengusulkan mekanisme perizinan sebelum KPK melakukan penyadapan.  

Emerson tegaskan, bila ada anggota DPR atau caleg yang melaporkan publikasi ICW itu ke kepolisian justru hal itu tidak akan direspons berlebihan oleh lembaganya.

"Kami (ICW) anggap biasa, bukan sesuatu menakutkan dan tak terlalu khawatir karena kami didukung semua teman-teman di daerah. Karena mereka punya kepedulian sama. Kami hanya membangun kewaspadaan publik. Pemilu yang baik itu ketika masyarakat dapat informasi cukup tentang ini," jelasnya.

ICW juga belajar dari kenyataan pahit di mana banyak politisi yangsudah berstatus tersangka korupsi malah mencalonkan diri kembali dalam pilkada dan, ironisnya, mereka menang. Hal itu terjadi karena masyarakat tak mendapat informasi cukup tentang para calon pemimpinnya.

"ICW tidak pernah katakan 'jangan dukung orang ini' ke publik. Kami hanya sodorkan dan masyarakat silakan menilai. Kami akan sampaikan data kami ke dapil-dapil para caleg yang diragukan itu," tegasnya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya