Berita

aburizal bakrie/net

Golkar Tak Mau Terburu-buru, ARB Tentukan Cawapres Usai Pileg

SABTU, 06 JULI 2013 | 09:20 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Partai Golkar tidak akan mengikuti jejak partai lain yang sudah mendeklarasikan pasangan capres dam cawapres.

"Partai Golkar akan menetapkan cawapres setelah pemilu legislatif (Pileg) selesai sesuai jadwal penghitungan akhir KPU setelah 9 April 2014. Setelah pileg selesai barulah Golkar mendeklarasikan cawapres yang akan mendampingi saya di Pilpres 2014," kata Ketua Umum Golkar, Aburizal Bakrie, di sela-sela roadshow di Kota Cilegon, Banten (Jumat, 5/7).

Menurut ARB, begitu Aburizal disapa, dalam menentukan pasangan capres atau cawapres masing-masing partai memiliki mekanisme dan aturan, begitu pula dengan Golkar. Dan Golkar memilih untuk tidak terburu-buru menentukan pilihan cawapres. Semuanya juga mesti lewat tahapan dan mekanisme yang berlaku di internal Golkar.


Menjawab kriteria cawapres yang akan mendampinginya, ARB tidak menjelaskan secara rinci kriterianya. Begitu pula apakah berasal dari Pulau Jawa atau luar, sipil maupun militer.

"Semuanya masih rahasia ya. Kita lihat saja bagaimana hasil pileg nanti. Yang jelas, orang Indonesia. Kalau Pulau Jawa kan ada beberapa nama seperti Pramono Edhi, Sri Sultan, Mahfud MD dan lainnya," ujarnya.

Terkait calon anggota legislatif, ARB menegaskan, dirinya tidak akan mencoret DCS yang sudah ditetapkan ke Daftar Calon Tetap (DCT) terkecuali calon yang bersangkutan melakukan pengkhianatan terhadap partai, meninggal dunia atau sakit.

"Kalau alasannya jelas, kemungkinan bisa saja diganti. Kalau tidak, tidak mungkin akan dicoret lagi. Yang jelas, semua caleg yang terjun ke masyarakat harus saling mendukung dan kerjasama dengan partai yang ada di daerah," ungkap Aburizal.

Hadir mendampingi ARB, sebagaimana dalam keterangan tertulis, adalah Ketua PP Jawa 1 Ade Komarudin, Fuad Hasan Mansyur, Ketua DPD Golkar Banten Hikmat Tomet, Sekretaris Golkar yang juga Walikota Cilegon TB Iman Ariadi, Saud Tobing, Plt Sekjen Hakim Kamarudin, Rusmin Effendy, Fatahillah Ramli, dan Ujang Komarudin. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya