Berita

jurnal maarif: net

Waspada, Radikalisme Sasar Pelajar

Jurnal MAARIF Angkat Tema "Menghalau Radikalisasi Kaum Muda: Gagasan dan Aksi"
JUMAT, 05 JULI 2013 | 19:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Fenomena radikalisme di Indonesia menjadi ancaman serius bagi 'anyaman' kebhinnekaan bangsa di masa mendatang. Terlebih yang sangat memprihatinkan, akhir-akhir ini radikalisme semakin menguat dan menyasar pelaku sekaligus korbannya di kalangan generasi muda di dunia pendidikan.

Tragedi Bom Marriot 2009, Bom Klaten, dan Bom Solo 2012, menjadi bukti bagaimana radikalisme yang telah mewujud dalam tindakan terorisme terjadi di kalangan generasi muda, beberapa di antaranya masih aktif sebagai siswa di sekolah tertentu.

Riset MAARIF Institute tahun 2011 tentang “Pemetaan Problem Radikalisme di SMU Negeri” mengkonfirmasi fenomena di atas.


“Sekolah menjadi ruang terbuka bagi diseminasi paham apa saja, termasuk paham keagamaan yang radikal. Karena pihak sekolah terlalu terbuka, maka kelompok radikalisme keagamaan memanfaatkan ruang terbuka ini untuk masuk secara aktif mengkampanyekan pahamnya dan memperluas jaringannya,” ungkap Direktur Riset MAARIF Institute, Ahmad Fuad Fanani.

Sebagai konsekuensi dari menguatnya paham-paham keagamaan radikal di lingkungan sekolah, banyak siswa yang pemahaman keislamannya menjadi monolitik dan gemar menyalahkan pihak lain. Karena paham keagamaan yang tidak terbuka ini, maka paham kebangsaan mereka menjadi tereduksi dan menipis.

"Ironisnya, pihak sekolah banyak yang tidak peduli dengan paham-paham radikal yang diajarkan melalui kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kegiatan ekskul ini menjadi pintu masuk yang efektif bagi infiltrasi kelompok-kelompok radikal di kalangan siswa," ungkap Pemimpin Redaksi Jurnal MAARIF ini.

Karena itu, dalam Jurnal MAARIF Vol. 8, No. 1, 2013 yang diluncurkan Rabu kemarin, redaksi sengaja mengetengahkan tema: “Menghalau Radikalisasi Kaum Muda: Gagasan dan Aksi” dengan maksud untuk mengulas secara mendalam tentang fenomena radikalisme di kalangan kaum muda, menyingkap genealogi, motif, tujuan, cara dan metodenya, serta jaringannya.

Hadir mengupas secara mendalam tentang radikalisasi kaum muda Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen (Purn) Ansyaad Mbai, sosiolog yang juga Direktur Youth Studies Center (YouSure) UGM, Muhammad Najib Azca, Ph.D dan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Dra. Retno Listyarti, M.Pd.

“Agar tidak berhenti pada diskursus permasalahan saja, jurnal ini berusaha mencari alternatif jawaban atas problem radikalisme di kalangan kaum muda dengan mengangkat beberapa best practices dari program-program yang dilakukan berbagai pihak untuk membendung gerakan radikalisme keagamaan,” ungkap Ahmad Fuad Fanani.

Terkait hal tersebut, Buya Syafii Maarif sendiri sudah mengingatkan anak muda yang mudah terpancing dan terjebak dalam paham hitam-putih radikalisme, sebetulnya sedang menggali kubur masa depannya sendiri. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya