Berita

ilustrasi/net

KRISIS MESIR

PKS Sesalkan Standar Ganda PBB dan Negara-negara Barat

JUMAT, 05 JULI 2013 | 06:06 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Masyarakat dunia harus mengutuk keras kekuatan militer di Mesir yang melakukan kudeta pemerintahan yang sah dan berdaulat. Sebab kudeta ini merupakan penghianatan terhadap nilai demokrasi yang telah menjadi norma secara universal.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bidang Advokasi dan Hukum, Aboe Bakar Alhabsy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 5/7).

"Saya juga menyayangkan standar ganda yang diberikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ban Ki Mon membiarkan kudeta di Mesir dan melihatnya sebagai  bentuk pengungkapan kebebasan untuk bersuara," kata Aboe Bakar.


Sikap PBB ini, ungkap Aboe Bakar, berbeda dengan kudeta yang terjadi di Nigera tahun 2010. Saat itu Ban Ki-moon mengecam kudeta militer dan mengimbau pihak-pihak terkait menyelesaikan krisis politik yang dihadapinya melalui pendekatan perdamaian. Kecaman serupa juga diberikan kepada militer Mali dan Guinea yang melakukan kudeta pada tahun 2012 kemarin.

"Negara-negara Barat juga setali tiga uang, pada satu sisi menggaungkan demokrasi, namun pada kasus Mesir hanya diam seribu bahasa, ada apa dibalik semua ini? Abo Bakar heran.

Saat kudeta militer di Nigeria tahun 2010, lanjut Aboe Bakar, Uni Eropa , AS dan Prancis  mengimbau Nigeria untuk secepatnya memulihkan tata tertib UUD. Ditahun 2012 mereka juga mengecam kudeta yang dilakukan anggota militer yang memberontak di negara Afrika Barat Mali.

"Gedung Putih juga mengecam keras kudeta militer di Guinea mereka mengecam militer Bissau yang merebut kekuasaan dari kepemimpinan negara sipil. Lantas kenapa pada saat terjadi kudeta di Mesir  semua pada diam? ada apa ini sebenarnya?" ungkap Aboe Bakar. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya