Berita

ilustrasi/net

Pemerintah Antisipasi Penyelamatan Tenaga Kerja di Mesir

KAMIS, 04 JULI 2013 | 19:00 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah sudah mengantisipasi upaya penyelamatan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Mesir menyusul terjadinya krisis  politik yang terjadi saat ini. Dan pemerintah sudah memiliki standar operating procedure (SOP) untuk menyelamatkan warga negara di luar negeri.

Demikian disampaikan Kepala BNP2TKI, Moh Jumhur Hidayat, dalam keterangan tertulis beberapa saat lalu (Kamis, 4/7). Jumhur sendiri sedang mengikuti diskusi panel Dialog Kebangsaan sekaligus Pelantikan Dewan Mahasiswa-Senat Mahasiswa (DEMA-SEMA) Universitas Islam Kalijaga, Yogyakarta.

Jumhur mengatakan bahwa Mesir bukan merupakan negara penempatan bagi TKI. Namun demikian, menurut  data imigrasi pemerintah Mesir ada sekitar 5.000 orang yang bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT). Karena bukan negara penempatan bisa dipastikan ketika berangkat tenaga kerja itu tidak melalui jalur resmi.


"Mereka berangkat melalui visa kunjungan dan akhirnya kerja di sana," katanya.

Dia menilai, sejak krisis politik terjadi berakibat tumbangnya rezim Husni Mubarak hingga krisis politik saat ini belum ada kasus yang mencederai TKI.  Meski demikian, Jumhur mengimbau bagi TKI yang memerlukan upaya penyelamatan diminta ke Kedutaan Besar RI terdekat apakah di Mesir, Lebanon atau perwakilan terdekat di daerah perbatasan lainnya.

"Pemerintah tidak memandang status apakah yang akan diselamatkan itu TKI legal atau nonprosedural. Setiap warga negara Indonesia di luar negeri secara konstitusional wajib diselamatkan oleh negara," katanya.

Mantan aktivis ITB tahun 1980-an ini mencontohkan sebelumnya pemerintah sudah menyelamatkan sekitar 2.800 TKI yang bekerja di Suriah menyusul terjadinya konflik bersenjata di negara itu. Seluruh biaya pemulangan pun ditanggung oleh negara. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya