Berita

ginandjar kartasasmita

Soal Duet Jokowi-Ginandjar, Ini Jawaban Pengurus Golkar

KAMIS, 04 JULI 2013 | 16:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Semua pengurus dan kader Partai Golkar taat dan menjalankan putusan organisasi yang mengajukan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden pada 2014 mendatang.

"Yang lebih prioritas bagi kami adalah bagaimana memenangkan Pak Aburizal Bakrie sebagai calon presiden 2014 nanti. Saya kira ini sesuatu yang harus dijaga semua kader," jelas Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily saat dihubungi (Kamis, 4/7).

Ace mengungkapkan itu terkait wacana sebaiknya PDIP berkoalisi dengan Partai Golkar, kalau partai banteng itu tidak berhasil menjalin komunikasi dengan Demokrat dan Gerindra. Tapi bukan Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal saat ini, melainkan Golkar pasca Munas 2015.

Karena itu, seperti disampaikan Board of Advisor CSIS Jeffrie Geovanie, PDIP, yang diyakini mendukung Joko Widodo, menggaet tokoh Golkar sebagai calon wakil presiden. Supaya ada alasan mengambil alih Golkar pada Munas 2015 dan setelah itu memperkuat pemerintahan.

Sejalan dengan itu, peneliti Maarif Institute Endang Tirtana, menilai Ginandjar Kartasasmita merupakan tokoh Golkar yang cocok mendampingi Jokowi. Karena Ginandjar merupakan sosok yang komplet, militer, birokrat, teknokrat, akademisi. Menurut Endang, duet Jokowi-Ginandjar ini seperti pasangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dengan tokoh senior Joe Biden.

"Saya tidak mau berandai-andai. Bahwa kemungkinan-kemungkinan politik, bisa saja berubah. Hanya saja sekarang tugas kader partai memenangkan Pak Ical sebagai capres. Bagus jika memang Pak Jokowi menjadi cawapres Pak Ical. Kalau menurut saya begitu," timpal Ace, politikus muda ini menambahkan. [zul]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya