Berita

andi arief/ist

Andi Arief Geram Peneliti Asing Dapat Karpet Merah di Candi Borobudur

KAMIS, 04 JULI 2013 | 15:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, cukup geram dengan keterlibatan peneliti asing di beberapa situs di Indonesia.

"Peneliti Asing, dapat karpet merah di beberapa situs, termasuk di Borobudur," kata Andi Arief dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 4/7).

Pernyataan Andi Arief ini terkait dengan tim ahli dari Jerman yang datang ke Candi Borobudur untuk mengecek endapan abu vulkanik sisa erupsi Gunung Merapi. Kedatangan peneliti Jerman ini juga bersamaan dengan penyerahan bantuan dari pemerintah Jerman melalui UNESCO sebesar 134.072 euro di kompleks Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah (Rabu, (3/7).


Dalam kesempatan itu, tim ahli konservasi asal Jerman, Esther von Plehwe-leisen, memastikan bahwa Candi Borobudur perlu diteliti secara intensif untuk kepentingan konservasi. Dalam hal konservasi, tim Jerman mau meneliti struktur batu dan sanitasi yang ada di Borobudur.

Kegeraman Andi Arief ini cukup beralasan. Selama ini, Andi percaya dengan kemampuan para peneliti dalam negeri. Maka dalam kasus situs Gunung Padang misalnya, ia selalu menolak tawaran kerjasama dari negara luar, hanya karena masih percaya dengan kapasitas peneliti yang ada di Indonesia.

Kegeraman Andi, yang juga inisiator Tim Terpadu Penelitian Mandiri Situs Gunung semakin bertambah karena kedatangan peneliti Jerman itu didampingi langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Wiendu Nuryanti. Dengan kedatangan peneliti Jerman, Wiendu mengatakan bahwa memang perlu ada pelestarian jangka panjang terhadap Candi Borobudur.

"Percaya ada warga negara lain yang mau begitu saja menjadi pahlawan konservasi ? Hanya karena mereka membayar lalu wamendikbud harus mengantarnya. Makin jauh dari harapan, masih merunduk-runduk. Mental calo kebudayaan," demikian Andi Arief. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya