Berita

foto: rmol

Politik

Politisi PDIP: Data Penerima BLSM Muluskan Praktik Korupsi

KAMIS, 04 JULI 2013 | 11:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Badan Pusat Statistik (BPS) mesti segera melakukan pembenahan data penerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), yang mencapai 15,5 juta di seluruh Indonesia.

Hal itu disampaikan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Imam Suroso, dalam rilis, Kamis (4/6). Data penerima BLSM yang dipergunakan saat ini adalah data tahun 2011. Karena itu, BLSM sarat dengan penyimpangan dan korupsi karena tidak tepat sasaran.  Kalau data ini terus dipergunakan, dia yakin akan terjadi banyak penyimpangan.

Politikus dari daerah pemilihan Jawa Tengah III ini menambahkan, anggaran BLSM yang mencapai Rp 9,3 triliun tersebut hanya membuat rakyat malas dan makin miskin.


Dia juga yakin kompensasi empat bulan, yang diberikan pemerintah Rp 300 ribu per dua bulan itu, tidak berarti buat warga miskin karena sebelum harga bahan bakar minyak bersubsidi naik, harga-harga bahan makanan pokok sudah lebih dulu bergejolak.

Ia menambahkan, jika data penerima BLSM tersebut terus mengacu pada data tahun 2011 maka tidak menutup kemungkinan terjadi korupsi.

Untuk itu, PDIP meminta pemerintah secepatnya merivisi jumlah penerima BLSM yang benar-benar miskin. Jadi, BLSM tidak ditunggangi kepentingan pencitraan politik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya