foto: rmol
foto: rmol
Hal itu disampaikan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Imam Suroso, dalam rilis, Kamis (4/6). Data penerima BLSM yang dipergunakan saat ini adalah data tahun 2011. Karena itu, BLSM sarat dengan penyimpangan dan korupsi karena tidak tepat sasaran. Kalau data ini terus dipergunakan, dia yakin akan terjadi banyak penyimpangan.
Politikus dari daerah pemilihan Jawa Tengah III ini menambahkan, anggaran BLSM yang mencapai Rp 9,3 triliun tersebut hanya membuat rakyat malas dan makin miskin.
Populer
Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24
Selasa, 01 September 2026 | 15:17
Selasa, 01 September 2026 | 01:59
Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31
Selasa, 01 September 2026 | 11:03
Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06
Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47
UPDATE
Jumat, 04 September 2026 | 04:41
Jumat, 04 September 2026 | 04:14
Jumat, 04 September 2026 | 03:59
Jumat, 04 September 2026 | 03:39
Jumat, 04 September 2026 | 03:19
Jumat, 04 September 2026 | 02:52
Jumat, 04 September 2026 | 02:26
Jumat, 04 September 2026 | 01:48
Jumat, 04 September 2026 | 01:20
Jumat, 04 September 2026 | 00:59