Berita

LAPAK TANABANG/IST

Olahraga

1.500 Lapak PKL di Tanabang Ditertibkan

RABU, 03 JULI 2013 | 14:58 WIB

Sebanyak 1.500 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Jalan Fachrudin, Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Kebon Jati, hingga depan Stasiun Tanahabang ditertibkan, Rabu (3/7).

Puing-puing lapak pedagang tersebut langsung diangkut menggunakan 25 truk ke gudang Satpol PP DKI Jakarta di Cakung untuk dimusnahkan.

"Kami lakukan penertiban di sekitar Pasar Tanahabang agar tercipta suasana tertib baik bagi pedagang maupun pengendara yang melintas," ujar Walikota Jakarta Pusat,  Saefullah.


Kata Saefullah atau biasa disapa Bang Ipul, pihaknya berharap kesadaran bagi para pedagang untuk tidak lagi menggelar lapaknya di badan jalan.

"Kemacetan di Pasar Tanahabang ini sebenarnya juga disebabkan tidak tertibnya masyarakat dalam memarkirkan kendaraannya  dan kepada pedagang kita harapkan jangan lagi berjualan di pinggir jalan, berdagang saja di dalam," katanya seperti dilansir dari Beritajakarta.

Untuk mencegah para pedagang kembali berjualan di badan jalan serta munculnya parkir liar, lanjut dia, pihaknya akan menjaga lokasi tersebut dengan menempatkan personil Satpol PP dan Dishub. Selain menertibkan lapak milik PKL, sebanyak 36 bangunan usaha ekspedisi juga disegel lantaran tidak mempunyai izin.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya