Berita

Zulkifli Hasan

Wawancara

WAWANCARA

Zulkifli Hasan: Sedang Diselidiki, Apa 11 Perusahaan Terlibat Pembakaran Hutan Di Riau

RABU, 03 JULI 2013 | 09:22 WIB

Kementerian Kehutanan pasti mencabut izin usaha yang dimiliki perusahaan bila perusahaan bersangkutan terbukti bersalah atas kebakaran hutan di Riau.

“Kami sedang menyelidiki untuk mencari bukti-bukti. Kalau memang ada perusahaan yang membakar hutan, izinnya pasti dicabut,” kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Zulkifli Hasan menyebutkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, sudah 14 orang ditetapkan menjadi tersangka dalam pembakaran hutan tersebut.


Berikut kutipan selengkapnya:

Apa ini dilakukan perorangan atau ada keterlibatan perusahaan?
Ini yang sedang diselidiki. Yang jelas, dari 14 orang tersangka itu, tiga orang diduga pembakar yang sifatnya perorangan dan  11 orang pelaku lainnya melakukan pembakaran di lahan perkebunan.

Berarti 11 orang itu berasal dari perusahaan?
Ini sedang diselidiki apakah perkebunan ini membakar kebunnya sehingga mereka terlibat pembakaran hutan di Riau, atau kebun mereka terbakar akibat kebakaran itu. Kami harus pastikan dulu.

Kenapa tidak langsung ditindak tegas saja perusahaan itu?
Kami harus bertindak hati-hati soal desakan agar perusahaan yang bertanggung jawab terhadap kebakaran hutan dan menyebabkan pencemaran udara.

Berapa perusahaan yang diselidiki?
Kami  menyelidiki 117 perusahaan seperti dilaporkan Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) yang terlibat pembakaran hutan itu. Kan jumlahnya ratusan, kalau semuanya ikut membakar, habis dong hutan kita.

Apa ada perusahaan Malaysia dan Singapura?
Perusahaan mana pun, lokal atau luar negeri yang melakukan pembukaan lahan dengan membakar, tidak dibenarkan. Itu akan ditindak tegas. Artinya, kami tidak pandang bulu.

Kenapa tidak dicopot saja izinnya?
Kalau memang sengaja membakar lahan itu dan berdasarkan hukum sudah ditetapkan bersalah, maka izin usahannya dicabut. Kalau sekarang belum, kasihan perusahaan kalau belum benar.

Kalau yang perorangan itu bagaimana?
Kalau perorangan juga sama, karena kan mengaku memiliki lahan yang luasnya  ada yang 100 hektar, 200 hektar, dan 400 hektar. Ini juga sedang dilakukan penyelidikan.

Apa yang dilakukan Kemenhut agar kebakaran hutan tak terulang?
Kami terus sampaikan kepada masyarakat dan perusahaan bahwa membakar hutan itu merugikan negara karena kerusakannya luar biasa. Selain itu, kebakaran akan menimbulkan asap yang pada akhirnya mendatangkan penyakit. Apalagi asap itu terkena negara tetangga kita, mereka akan marah dan kita jadi malu. Makanya membakar hutan harus distop.

Caranya bagaimana?
Secara terus menerus kami akan berikan pemahaman. Kalau sudah dijelaskan dan peringatkan masih tidak mengerti, kami juga sudah minta pihak kepolisian untuk menindak tegas pelakunya sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.

Oh ya, Kemenhut dan Kemenparekraf bekerja sama menjaga kelestarian hutan, bagaimana hasilnya ?
Kami mengembangkan pusat-pusat taman nasional menjadi ekowisata atau wisata alam. Kerja sama ini kami lakukan dengan semua pihak.

Kalau kami bisa bersinergi dalam pelestarian hutan, tentu akan mendatangkan potensi yang baik. Kebakaran tidak akan terjadi karena terus terjaga. Kalau seluruh potensi ini dirajut bersama, potensi taman nasional kita yang yang luasnya mencapai 20 juta hektar bisa mendatangkan pemasukan dari sektor pariwisata. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya