Berita

BLSM Salah Sasaran, Revitalisasi Kualitas Data Ekonomi Mendesak

SELASA, 02 JULI 2013 | 22:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Banyaknya ditemukan kasussalah sasaran dalam penyaluran dana bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) disebabkan oleh lemahnya data yang dimiliki oleh pemerintah.

Menurut ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak, sebenarnya hal tersebut tidak mengejutkan. Karena selama ini kebijakan ekonomi seringkali mengalami deviasi alias penyimpangan serta gagal memberikan dampak yang efektif karena data ekonomi yang tidak valid dan benar.

Bahkan tidak jarang data ekonomi berhenti menjadi justifikasi politik seperti data kemiskinan, pengagguran, pertumbuhan ekonomi dan sebagainya, dan abai substansi kebermamfaatan data ekonomi bagi kebijakan ekonomi.


"Data menjadi masalah krusial di Indonesia," jelas Dahnil kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (2/7).

Maka, untuk menghindarkan terus terulangnya kebijakan ekonomi yang tidak efektif, perlu didorong kebijakan revitalisasi kualitas data ekonomi di Indonesia.

"BPS harus menjadi sumber utama tunggal data di Indonesia, sehingga tidak ada data versi-versi kementerian dan lembaga pemerintah lainnya, yang seringkali punya vested interest bagi ukuran kinerja lembaganya, sambil tentunya memperbaiki kinerja BPS," imbuh pengajar di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten ini.

Sebelumnya, Menko Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengakui masih terdapat permasalahan dalam penyaluran dana BLSM sebagai kompensasi dinaikannya harga jual eceran BBM. Karena memang, masih terdapat pemberian bantuan bagi warga mampu dan menjadi salah satu permasalahan yang kerap terjadi. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya