Berita

ilustrasi/ist

Survei Median: Masyarakat Juga Bisa Mendorong Terjadinya Korupsi

SELASA, 02 JULI 2013 | 12:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Maraknya korupsi di Indonesia ternyata bukan hanya disebabkan oleh perilaku para oknum pejabat penegak hukum yang suka melakukan penyalahgunaan kekuasaan dan wewenangnya, namun juga karena dorongan dari masyarakat.

Hal itu terungkap dari hasil survei yang dilakukan Media Survei Nasional (median) bertema Kinerja Kepolisian, KPK, dan Budaya Korupsi.

Menurut Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun,  kebiasaan masyarakat yang suka berinisiatif memberikan sesuatu kepada aparat dalam setiap pelaksanaan pelayanan publik juga dapat mendorong terjadinya tindakan korupsi.


"Bisa dikatakan bahwa  prilaku korup tidak hanya terjadi karena permintaan dari oknum aparat. Publik juga bisa menjadi inisiator aktif tindakan korupsi," katanya di Jakarta (Selasa, 2/6).

Oleh karena itu, menurutnya, tindakan korupsi tidak bisa selalu dilihat dari sisi pelanggaran oleh oknum penegak hukum atu sisi deman-nya saja. Namun juga adanya keinginan masyarakat yang memancing mereka melakukan tindakan korupsi, demi mendapatkan lebih mudah pelayanan publik.

"Jadi tindakan korupsi tidak harus selalu dilihat dari sisi pelenggaran oleh oknum aparat penegak hukum atau sisi demand tanpa melihat sisi supply-nya,  karena riset juga menunjukkan kecenderungan bersedianya masyarakat dalam mengajak aparat melakukan penyalahgunaan wewenang," terangnya.

Menurut Rico, fenomena ini terkonfirmasi dari hasil rise di lapangan. Ia melihat dari beberapa keperluan masyarakat yang memerlukan pelayanan aparat, seperti dalam  perkara lalu lintas, ternyata ada 69 persen yang mengaku memberikan insentif tambahan tanpa diminta untuk menyelesaikan kasus di luar koridor ketentuan hukum, bila melakukan pelanggaran lalu lintas. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya